Kerajinan Ukiran Di Maluku Barat Daya

0 329

Kerajinan Ukiran Di Maluku Barat Daya

Selain keindahan alamnya ternyata Pulau Saumlaki, tepatnya di Desa Tumbur Kecamatan Wertamrian, Kabupaten Maluku Barat Daya (MTB) menyimpan keistimewaan tersendiri dalam perjalanan sejarahnya. Dari peliputan tim penerangan Korem 151/ Binaiya, dijelaskan banyak cerita unik yang belum diketahui oleh kalayak umum yaitu warisan keahlian dalam mengukir kayu menjadi sebuah patung, kapal dan menenun kain khas Kepulauan Tanimbar.

Komandan Komando Resor Militer (Korem) 151/Binaiya, Kolonel Inf Christian K. Tehuteru mengaku takjub dengan keahlian masyarakat di Desa Tumbur di Pulau Yamdena atau dikenal dengan sebutan Kepulauan Tanimbar. Warisan budaya nenek moyang berupa patung banyak dinumpai di sana. Nyatanya hal itu lestari dan awet dijaga oleh masyarakatnya. “Para pria di sini rata rata bisa mematung. Dan patungnya punya makna dan cerita,” ujar Christian K .Tehuteru.

Bersama tim penerangan Korem 151/ Binaiya yang melakukan penelusuran menemukan ada banyak makna dari karya patung. Cerita di balik karya patung itu tak lain berkaitan dengan keseharian atau hal hal disekitar lingkungan kehidupan masyarakat Yamdena. Seperti ukiran kapal yang diatasnya terdapat patung para perempuan yang sedang menari. Mereka mengenakan kain tenun Tanimbar yang juga biasa dipakai saat upacara adat. Patung itu  menggambarkan perempuan yang sedang menari napakrila atau tarian kemenangan kepada para lelaki yang menang dalam peperangan.

Ukiran lain yakni pada kapal Tanimbar berkepala naga. Nah, karya seni ini mendapat pengaruh besar dari Bangsa Tionghoa yang pernah masuk ke Tanimbar. Pada masa itu mereka datang dengan misi berdagang. Membawa barang barang dari dataran Tiongkok untuk dijual. Model ukiran naga merupakan ciri khas bangsa Tionghoa yang kemudian dipakai sebagai salah satu motif ukiran pada kapal Tanimbar.

Tim penerangan juga menjumpai patung wanita yang sedang menggendong bakul. Pada kebanyakan patung di Tanimbar, perempuan menjadi simbol kehidupan dan kesuburan. Sama halnya dengan patung yang dijumpai tersebut. Perempuan yang menggendong bakul menceritakan tentang kehidupan masyarakat Tanimbar yang setiap saat berkebun dengan membawa sebuah bakul sambil berbusana kain tenun.

Patung barkou (patung memegang tombak) menandakan bahwa nenek moyang mereka adalah para pemburu ulung di hutan. Ukiran patung bertopang dagu, yang berarti seorang petani sedang duduk sambil memikirkan pekerjaan berikutnya atau masa depan. Selain itu masih banyak lagi patung-patung karya tangan para pria di sana.

Source https://terasmaluku.com https://terasmaluku.com/ukiran-dan-tenunan-yang-lestari-namun-sepi-pembeli/
Comments
Loading...