Kerajinan Ukiran Kayu Di Batanghari

0 219

Kerajinan Ukiran Kayu Di Batanghari

Sungguh ironis. Kerajinan Ukiran Desa Betung Kecamatan Pemayung, yang pernah menjadi ikon Kabupaten Batanghari maupun Provinsi Jambi, saat ini sudah tak ada lagi dan hanya tinggal kenangan.

Hal ini dipicu bahan dasar pembuatan dari ukiran tersebut, batang rengas, sudah habis di hutan wilayah Bumi Serentak Bak Regam ini. Namun, para pengrajin, tidak patah arang. Dari ukiran meja maupun kursi yang sempat menembus pasaran dunia tersebut, mereka beralih pada kerajinan ukiran handel stir, asbak serta gagang golok.

Seperti yang diungkapkan salah seorang tokoh pemrakasa ukiran Desa Betung, Ansori.

“Sejak ukiran meja dan kursi khas Desa Betung ini mati, kami beralih ke usaha kerajinan ukiran handel stir yang dibuat dari bahan kayu Batang Merilang,” kata Ansori.

Suami tercinta Rokiah ini, menjelaskan sudah menggeluti usaha ukiran handel stir ini sejak 3 tahun nan lalu, pasca habisnya kayu rengas. “Alhamdulillah, ukiran ini banyak diminati oleh masyarakat untuk dipergunakan sebagai handel stir. Di samping handelnya kuat, namun juga memberikan gaya handel yang khas,” bebernya lagi.

Banyak permintaan dari luar daerah, seperti Palembang, Riau, Medan, Aceh, Lampung serta pulau Jawa. Ansori menjelaskan, harga dari ukiran ini bervariasi. Ukuran kecil dijualnya dengan harga Rp. 50 ribu, menengah Rp. 75 ribu, serta yang besar motif kepala naga, dijual Rp. 150 ribu.

Warga RT 07 Desa Betung ini, tetap menjalan usaha kerajinan ukuran ini, di samping untuk usaha keluarga, juga ikut serta dalam program pemerintah Kabupaten Batang Hari maupun Provinsi Jambi dalam hal mempertahankan serta meningkatkkan khasanah budaya Jambi di sektor kerajinan

Source http://mediajambi.com http://mediajambi.com/berita-2629-kerajinan-ukir-desa-betung-tinggal-kenangan-.html
Comments
Loading...