Kerajinan Ukiran Kayu Di Teluk Cendrawasih

0 255

Kerajinan Ukiran Kayu Di Teluk Cendrawasih

Setiap daerah memiliki kerajinan sendiri. Desa di distrik Ambai, Pulau Yapen terkenal karena kerajinan anyaman tikar dan perhiasan berbahan dasar kerang. Orang-orang Pulau Moor di Nabire membuat topi dan tas pandang yang sangat fungsional. Di antara semua suvenir itu, Kampung Padwa di Pulau Biak sangat mengesankan.

Di desa berjarak 35 km dari Kota Biak ini, penduduk masih membuat ukiran kayu. Walau tidak dijadikan mata pencaharian utama, mereka tidak menolak menjual hasil ukiran yang sudah jadi. Justru di situlah letak keunikannya. Ukiran Kampung Padwa tidak untuk produksi massal.

Ada cerita di baik setiap lekuk ukirannya. Ada emosi di balik setiap guratannya. Bisa jadi, yang Anda beli hari ini, tidak akan dibuat lagi di kemudian hari. Anda pasti setuju, benda limited edition jauh lebih berharga dibandingkan produk industri massal. Karena itu, wajarlah jika harganya dipatok lebih mahal. Vas bunga setinggi 40cm misalnya, dijual seharga dua ratus ribu rupiah.

Source http://endrocn.com http://endrocn.com/2011/02/22/teluk-cenderawasihpapua-cerita-di-balik-ukiran-kayu/
Comments
Loading...