Kerajinan Ukiran Kayu Karya Difabel di Boyolali

0 378

Kerajinan Ukiran Kayu Karya Difabel di Boyolali

Mengoptimalkan kemampuannya menjadi pengrajin ukir membuat Wahyu Purnomo mampu menghidupi keluarganya. Pekerjaan ini juga membuatnya tidak perlu kemana-mana. Ketika ditemui di rumahnya di Desa Gesikan, Kecamatan Sambi, Kabupaten Boyolali dia tengah menyelesaikan mengukir perangkat gamelan. “Saya menerima ukiran di rumah, biasanya barangnya diantar kesini dan diambil lagi setelah selesai,” tutur pria yang sehari-hari menggunakan alat bantu kursi roda ini.

Wahyu menerima pesanan mengukir dari beberapa pengusaha barang berbahan kayu. Beberapa material yang memerlukan ukiran mereka bawa ke rumahnya, dan setelah jadi mereka yang datang mengambil. Saat ini dia bekerjasama dengan dua pengusaha sangkar dan satu pengusaha mebel kayu.

Kemampuan ayah satu anak ini diperoleh dari belajar dengan cara ikut orang di Purworejo. Selama tiga tahun dia belajar sembari menyelesaikan SMP terbuka. Dia mengaku pernah ikut pelatihan elektro di RC (Rehabilitasi Centrum, sekarang menjadi BBRSBD) Solo. Namun kemampuan dari pelatihan tersebut tidak dipergunakan karena lebih mantap menjadi pengrajin ukiran.

Saat ini lulusan SMP terbuka ini mengaku sedang kewalahan menghadapi banyaknya pesanan yang datang. Selama ini dia bekerja dibantu oleh Suryani istrinya. Namun belakangan perempuan yang dinikahinya pada 2009 ini focus menjadi atlet paralimpik.

Untuk bisa menyelesaikan pesanan-pesanan tersebut Wahyu berharap memiliki orang yang membatunya. Dia mengharap agar ada orang yang mau membantunya, dan dia lebih mengharapkan orang tersebut adalah difabel.

Source https://www.solider.id https://www.solider.id/2014/05/20/pengrajin-ukiran-difabel-kebanjiran-pesanan
Comments
Loading...