Kerajinan Ukiran Kelapa Di Kebumen

0 355

Kerajinan Ukiran Kelapa Di Kebumen

Kelapa yang tak berisi alias mandul, selama ini hanya dimanfaatkan petani untuk kayu bakar membuat gula kelapa. Tetapi, di tangan Aryo Sugito kelapa gabug yang telah kering itu diukir menjadi karajinan yang cukup menarik.

Dengan bakat seni yang dimiliki, warga Desa Tanjungrejo, Kecamatan Buluspesantren, Kebumen mengukir kelapa gabug menjadi aneka bentuk binatang. Antara lain kera, kura-kura, burung hantu, kuda, kelinci, kodok, hingga burung walet. Bapak tujuh anak tersebut juga mampu mengukir buah kelapa kering itu menyerupai wajah manusia.

Secara otodidak, Aryo yang mengklaim dirinya sebagai seniman jalanan mengaku secara otodidak menekuni kerajinan itu sejak 1971. Akan tetapi dia benar-benar fokus menjadikan kerajinan ukir kelapa sebagai sumber pendapatan sejak empat tahun terakhir. Akan tetapi usahanya itu dijalankan di Lampung tempat dia dan keluarganya menetap sejak 1977.

Berbekal dengan pisau yang terbuat dari cakram sepeda motor, dan sikat besi dia cukup terampil mengukir kelapa. Satu ukiran standar hanya dikerjakan dalam waktu satu jam. Sedangkan untuk permintaan yang detail dan rumit dikerjakan dalam waktu dua jam. Hasil kerajinan karya Aryo Sugito ditawarkan antara Rp 25.000 hingga Rp 200.000/unit.

Adapun bahan baku berupa kelapa gabug itu dibeli dari petani dengan harga pasaran kelapa isi. Jika harga satu butir kelapa Rp 1.000 dia pun membelinya dengan harga tersebut.

Selama ini, pria yang juga menggemari batu akik khas Kebumen itu menawarkan hasil karyanya secara keliling menggunakan becak yang dimodifikasi menjadi gerobak etalase. Terkadang dia mangkal di Pasar Koplak Dokar atau di trotoar jalan protokol di pusat kota Kebumen. Selain itu dia juga terkadang menawarkan produknya di arena pasar malam. Dalam sehari, rata-rata laku antara enam hingga 10 unit.

Source http://kabarkebumen.com http://kabarkebumen.com/web/read/755/highlight-bola/rss.xml
Comments
Loading...