Kerajinan Ukiran Khas Di Toraja

0 763

Kerajinan Ukiran Khas Di Toraja

Perajin Kabupaten Tana Toraja dan Kabupaten Toraja Utara kini tidak lagi cuma menawarkan miniatur-miniatur Rumah Adat Toraja (Tongkonan) sebagai cenderamata (souvenir) menarik bagi para pelancong di kedua daerah wisata alam pegunungan di Sulawesi Selatan tersebut.

Berbagai jenis karya perajin yang tak kalah menarik dihiasi ukiran khas Toraja sudah dibuat para perajin di daerah ini. Lagi pula produk-produk kerajinan tersebut harga jualnya terbilang dapat terjangkau oleh semua kalangan.

Untuk sebuah suling bambu yang dihiasi ukiran Toraja misalnya, harga jualnya mulai dari Rp 5.000 hingga Rp 25.000 per buah. Asbak berukiran Toraja Rp 15.000 per buah. Miniatur tau-tau (patung manusia) khas Toraja dijual antara Rp 20.000 hingga Rp 50.000 per buah. Lukisan-lukisan berbagai motif ukiran Toraja yang terbuat dari wadah kayu harganya antara Rp 50.000 hingga Rp 70.000. Sedangkan miniatur Rumah Adat Toraja (Tongkonan) saat ini masih dijual dengan harga antara Rp 50.000 hingga Rp 75.000 per buah.

Sebuah jam dinding dimodifikasi dengan bingkai kayu berukiran Toraja yang dipajang di salah satu stand perajin ketika berlangsung Pameran Lovely Desember, 29 Desember 2011 di GOR Pongtiku, Kota Rantepao, ibukota Kabupaten Toraja Utara, ditawarkan dengan harga Rp 100.000.

Menurut Marten Tammu salah seorang pemilik stand kerajinan souvenir Ukiran Toraja di pameran Lovely Desember 2011, sampai sekarang pengembangan usaha para perajin passura’ alias Ukiran Toraja umumnya masih murni dilakukan oleh para penrajin di daerah tersebut.

Pemilik usaha Family Souvenir asal Desa Malango Kecamatan Tallunglipu Kabupaten Toraja Utara ini menyimpulkan seperti itu. Alasannya, usaha kerajinan Ukiran Toraja yang ditekuni sejak orang tuanya dan diteruskan sampai sekarang, tidak pernah ada bantuan dari pihak pemerintah. Apakah itu bantuan dalam bentuk pengembangan pengetahuan teknis ukiran, modal serta pemasaran hasil produk.

Para penrajin sendiri yang selama ini berusaha untuk mengembangkan bentuk-bentuk souvenir yang diperkirakan laku untuk dijual kepada wisatawan yang berkunjung ke daerah ini. ‘’Hasil kerja para perajin Ukiran Toraja dari desa saya, saya yang sering membantu memasarkan sampai ke toko-toko souvenir yang ada di Kota Makassar maupun di Bandara Hasanuddin,’’ jelas Marten yang mengaku menamatkan pendidikan di SMA Pelita, Rantepao.

Sekali jalan ke Kota Makassar, biasanya ia membawa berbagai jenis souvenir berukiran Toraja senilai sampai Rp 60 juta. Produk kerajinan itu tak hanya diambil dari para perajin di desanya, tapi juga dari wilayah lain. Misalnya, untuk kerajinan miniatur Rumah Toraja dari Saluara di Kecamatan Sesean dan untuk patung tau-tau dari Panga di Kecamatan Rantepao.

Sejumlah asesori seperti gantungan kunci berukiran Toraja yang terbuat dari bahan fiber, menurut Marten, juga dibuat atas usaha para perajin sendiri. ‘’Nanti jika akan dilangsungkan pameran-pameran seperti pameran Lovely Desember 2011 di Rantepao ini, biasanya baru kami para perajin mendapat perhatian dengan diberikan surat pemberitahuan dari camat untuk mengikuti pameran,’’ katanya.

Source https://www.kompasiana.com https://www.kompasiana.com/mahajinoesa/550bd0ca8133115922b1e1ea/souvenir-ukiran-toraja-butuh-kepedulian
Comments
Loading...