Kerajinan Umpan Pancing dari Timah Di Banyuwangi

0 255

Kerajinan Umpan Pancing dari Timah Di Banyuwangi

Memanfaatkan timah bekas dari pedagang besi tua di wilayah Banyuwangi, Kariyono alias Yono Bethuk membuat metal jig (umpan pancing) warna-warni. Metal jig buatan warga Gang Lombok, Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi ini, diburu oleh para pemancing dari Bali, Lombok, Surabaya dan Jakarta. Sebulan, Yono bisa meraup omzet Rp 15 juta.

Ide pembuatan metal jig rumahan ini muncul dari keisengannya saat menjadi buruh di salah satu bengkel di Banyuwangi. Dia mencoba membuat umpan pancing dari timah bekas yang dibuang di bengkel milik usaha bos-nya itu.

“Keterampilan membuat umpan pancing metal jig secara otodidak. Awalnya, sekitar dua tahun lalu, sepulang bekerja di bengkel mobil, saya coba-coba membuat umpan pancing sendiri. Ternyata prospek bisnis umpan pancing cukup menjanjikan. Karena itu, sejak sekitar 1,5 tahun terakhir saya memutuskan menggeluti usaha ini,” ujar Kariyono.

Yono menambahkan, dirinya memproduksi metal jig berbentuk ikan dan cumi dengan berbagai ukuran. Ukuran terkecil seberat 40 gram hingga ukuran paling besar dengan berat 600 gram alias 6 ons.

“Setiap bulan rata-rata memproduksi 500 unit metal jig beragam ukuran. Kalau dulu ambil dari bengkel bos. Tapi karena sekarang butuh banyak akhirnya beli ke pedagang besi tua,” tambah Yono.

Untuk memproduksi 500 unit umpan metal jig, membutuhkan 100 kg bahan baku seharga Rp 2,2 juta. Selain timah, dia juga membutuhkan sejumlah bahan baku lain, seperti cat mobil, stiker, hingga bubuk fosfor. Dengan bubuk fosfor tersebut, umpan pancing hasil kreasi Yono mampu memancarkan cahaya di dalam air.

“Jika ditotal, biaya produksi 500 unit metal jig ini sekitar Rp 4,5 juta. Itu sudah termasuk ongkos pengerjaannya,” aku ayah satu anak ini. Setelah jadi, umpan-umpan pancing itu dia jual dengan harga bervariasi antara Rp 25-80 ribu per unit, tergantung ukuran.  “Jika dirata-rata, omzetnya sebesar Rp 15 juta per bulan,” tambahnya.

Umpan pancing metal jig hasil kreasi Yono telah dipasarkan ke berbagai daerah di tanah air. Selain melayani pesanan toko di Surabaya, Bali, umpan yang diberi brand “Necker Jig” tersebut juga dijual secara online melalui media Facebook dan Instagram. Dirinya mengaku sempat menolak pesanan dari Australia dan Selandia Baru, lantaran tak bisa memenuhi target setiap bulannya.

“Pesanan dari Australia seribu lebih. Saya kekurangan tenaga dan bahan baku. Untuk saat ini masih melayani dari dalam negeri saja. Kadang datang dari Lombok, Kalimantan, Sulawesi, dan lain-lain,” pungkasnya.

Source https://finance.detik.com https://finance.detik.com/solusiukm/d-3301381/sulap-timah-bekas-jadi-umpan-pancing-pria-ini-raup-rp-15-jutabulan
Comments
Loading...