Kerajinan Unik Clay Di Banjarmasin

0 161

Kerajinan Unik Clay Di Banjarmasin

Menyerupai tanah liat, namun kaya warna. Adonan khusus itu kalis dan bisa dibentuk. Itulah clay. Dian Stanley menyulapnya menjadi karya. Ribuan karakter sudah diproduksinya. Beberapa diantaranya pesanan warga Amerika.

Tinggal di perumahan Pondok Metro Indah, blok H1, Jalan H Hasan Basri, Dian menjalankan bisnisnya. Di sebuah ruang berukuran 2,5×3 meter persegi. Di ruang kerja Dian tertata rapi berbagai keperluan kerajinannya.

Ada peti plastik yang menampung puluhan adonan clay. Kemudian meja dengan beberapa barang di atasnya. Seperti alas cetak (cutter mate), penggaris, alat pembuat titik (dotting tools), gunting, lem kayu, penggiling (roll pin) dan baby oil. Di situ Dian menghabiskan waktu. Terutama ketika suami dan anak-anak sedang di luar rumah.

Kerajinan tangan clay ala Dian khas dengan karakter imut alias chibi. Beberapa bagian tubuh sengaja dibuat terlebih dahulu. Ketika ada pesanan, Dian hanya tinggal menyesuaikan warna dan bentuk pakaian yang dikenakan si karakter.

Mula-mula Dian mengambil bagian tubuh, kaki, dan tangan. Diletakkan di atas cutter mate. Alas khusus ini anti lengket. Clay basah diambil untuk membuat pakaian. Jarinya gesit. Membentuk baju mini, kemudian dipasangkan di bagian tubuh tadi. Menghabiskan waktu tak lebih dari semenit.

Kemudian lanjut menata bagian kepala. Khususnya di bagian rambut, Dian mengambil clay dengan tone warna gelap. Hitam atau cokelat, misalnya. Dipelintir agak memanjang, kemudian dipipihkan dan digaris menggunakan penggaris. “Tujuannya untuk membuat detail rambut si karakter,” jelas Dian.

Kemudian barulah ditempel di bagian kepala yang sudah jadi. Langkah terakhir adalah finishing. Yakni menambahkan ornamen tambahan sebagai penghias. Contohnya pita di bagian kepala.

Untuk satu karakter, Dian membutuhkan waktu 5-10 menit. sedangkan pengeringan membutuhkan waktu 2-3 hari. Makin kecil justru makin sulit. Sebab membuat detail garisnya akan lebih rumit. “Dulunya aku bikin satu karakter sehari,” ujar Dian.

Setelah 5 tahun berjalan, Dian makin lihai memainkan tangan. Dalam sehari memproduksi 12-16 karakter clay. Jadi, ada 500-an karya yang dihasilkan perbulan.

Dia tidak pernah menyangka akan jadi pegiat clay. Dulunya hanya tertarik untuk membeli. Kala itu memesan jepitan rambut dari clay untuk anak pertamanya. Sering full order, akhirnya selalu tidak kebagian, ia pun berencana membuat sendiri.

Bermodal tutorial di YouTube dan Pinterest, ibu dua orang anak ini kemudian memesan bahan clay. Setiap hari mencoba, hingga akhirnya berani menerima pesanan. “Pemesan pertama waktu itu dari Tangerang. Dari testimoni, akhirnya makin banyak yang tahu,” kenang Dian.

Kerajinan clay itu punya berbagai fungsi. Antara lain untuk aksesori anak-anak, hiasan bingkai foto, gantungan kunci, suvenir, dan masih banyak lagi. Pelanggan terbanyaknya adalah kalangan ibu-ibu muda.

Dian terinspirasi dari clayer dunia, Danielle. Karya-karyanya sudah pasti memesona. Karya Dian kental dengan nuansa imutnya. Tak lupa juga permainan warna.

Soal kualitas, Dian memilih bahan di atas rata-rata. Oleh sebab itu, karyanya akan tahan bertahun-tahun. Syaratnya tidak terkena air. Dalam sebulan, Dian memerlukan setidaknya 15 kilogram adonan clay. “Kuat, lebih mudah ditempel, warnanya variatif. Per satu jenis warna seharga Rp40 ribu per 250 gram,” jelasnya.

Adonan clay sebenarnya bisa dibuat sendiri. Memang agak sedikit repot dan hasilnya tidak sehalus yang sudah jadi. Bahan dasarnya seperti tepung tapioka, maizena, lem kayu, dan pengawet benzoat.

Dari karya mini itu, Dian meraup keuntungan besar. Pendapatan kotor perbulannya mencapai Rp15 juta. Sebab, animo masyarakat terhadap clay makin meningkat. “Potong harga bahan, omzet bersihnya kira-kira Rp10 jutaan,” ujar perempuan kelahiran Malang, 20 September 1990 itu.

Source http://kalsel.prokal.co http://kalsel.prokal.co/read/news/15403-seniman-clay-dari-banjarmasin
Comments
Loading...