Kerajinan Unik Dari Ban Bekas Di Salatiga

0 357

Kerajinan Unik Dari Ban Bekas Di Salatiga

Kreatifitas seorang pemuda di Salatiga, Jawa Tengah yang membuat kerajinan dari ban bekas. Dan ini dengan omset puluhan juta rupiah dan menembus pasar luar negeri.

Tas pinggang, gelang, dompet, tempat pensil, serta couver buku ini. Tak ada yang mengira barang-barang ini berasal dari ban bekas. Kerajinan tangan dari desa Randu Ajir, Salatiga, Jawa Tengah ini banyak diburu, terutama oleh wisatawan asing.

Aneka produk kerajinan ini dijual seharga ratusan ribu rupiah. Tempat pensil ini dibanderol seharga 110 ribu rupiah per buah. Para wisatawan rela merogoh kocek lebih dalam, karena kerajinan ini memanfaatkan limbah sehingga ramah lingkungan.

Selain melayani pasar domestik di Yogyakarta dan Bali, kerajinan ban bekas ini juga diekspor ke Eropa, seperti Paris, Inggris, dan Belanda. Setiap pekan sedikitnya 1.200 buah kerajinan di ekspor untuk melayani pasar luar negeri. Pemanfaatan limbah ini dimulai Sindhu Prasastyo sejak 10 tahun lalu. Berawal dari keprihatinannya atas banyaknya limbah yang mencemari lingkungan.

Seiring meningkatnya permintaan, Sindhu harus menambah tenaga kerja hingga merekrut komunita seniman dan anak jalanan. Sindhu mengaku tak kesulitan mendapat material, karena memiliki pengepul di pelabuhan Semarang.

Sindhu Prasastyo, perajin ban bekas, “Bahan baku nya dulu, awalnya kita mengolah limbah plastik. Tapi enggak hanya plastik saja, kita juga mengolah inovasi material baru. Juga seperti ada tong kita bikinkan. Cup lampu seperti ini, terus fitting-nya juga custom. Terus ada tenda tentara kita buat. Beberapa produk tas pinggang.”

Kiprah Sindu mengembangkan usaha dari Limbah mendapat penghargaan dari Gubernur Jawa Tengah dengan kategori pemanfaatan teknologi tepat guna. Namun Sindu mengaku sulit mendapatkan bantuan peralatan dari pemerintah untuk mengembangkan usahanya.

Source http://rakyatjelataindonesiarajin.blogspot.com http://rakyatjelataindonesiarajin.blogspot.com/2018/06/sindhu-prasastyo-membuat-kerajinan-unik.html
Comments
Loading...