Kerajinan Unik Kaleng Bekas Di Yogyakarta

0 61

Kerajinan Unik Kaleng Bekas Di Yogyakarta

Bagi sebagian orang, sampah sering dianggap sebagai barang yang tidak berharga. Namun di tangan Eni Aryani, sampah justru menjadi sumber pemasukan tambahan dengan omzet yang cukup besar.

Dengan hanya bermodal kaleng dan kayu bekas, Eni mampu meraup omzet hingga puluhan bahkan ratusan juta setiap bulannya. Ia berhasil menyulap sampah seperti kaleng dan kayu bekas menjadi barang hiasan dan kerajinan tangan yang memiliki nilai jual.

“Jadi Wastraloka ini usaha yang bergerak di bidang hiasan dan dekorasi rumah yang dihias oleh seni lukisan.” ujar Eni.

Eni mengatakan barang hiasan kerajinan tangan yang ia buat biasanya berasal dari kaleng dan kayu bekas serta memiliki ciri khas keunikan yang berbeda dari produk kerajinan tangan lainnya. Selain itu, Eni juga memberikan sentuhan berbeda pada motif dan desain agar menarik perhatian para pelanggannya.

Alhasil, wanita kelahiran Yogyakarta, 22 Desember 1979 ini telah berhasil membuat lebih dari 20 macam produk, misalnya kaleng kerupuk, tenong, guci tempel, vas bunga, ceret angkringan, dan barang-barang keperluan rumah tangga lainnya.

“Ada kotak pos, kaleng untuk tempat kerupuk dan kue, ember, pensil, ceret angkringan, siraman bunga, tenong, dan lain lain,” jelas Eni.

Meski hanya berasal dari kaleng dan kayu bekas, barang hiasan kerajinan tangan buatan Eni ternyata dijual cukup mahal yaitu dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Salah satu alasannya adalah karena semua barang hiasan kerajinan tangan dibuat sepenuhnya dengan menggunakan tangan (handmade).

“Mulai dari Rp 200 ribu hingga Rp 1,2 juta (per item). Yang paling mahal itu biasanya hiasan atau pajangan yang custom,” ucap Eni.

Eni Aryani merintis bisnis Wastraloka sejak tahun 2014 lalu. Ia membuat berbagai macam barang hiasan kerajinan tangan yang memiliki nilai jual hingga jutaan rupiah.

Namun siapa sangka saat pertama kali bisnis ini dirintis, Eni tidak mengeluarkan modal yang cukup besar. Hal ini disebabkan karena Eni hanya memanfaatkan barang-barang bekas seperti kaleng dan kayu bekas yang sudah tidak terpakai

“Hampir sebagian besar kan kita menggunakan material nya kaleng dan seng, tapi ada juga kayu dan benda-benda lainnya yang notabene-nya sudah tidak digunakan lagi,” kata Eni.

Karena terbuat dari barang-barang bekas yang sudah tidak terpakai, Eni mengaku tidak pernah merasa kesulitan mencari barang bekas. Barang bekas biasa ia dapatkan dari pabrik atau peralatan elektronik rusak yang sudah tidak terpakai.

Source https://news.indotrading.com https://news.indotrading.com/kaleng-bekas-made-eni-bernilai-ratusan-juta-hingga-tembus-pasar-australia/
Comments
Loading...