Kerajinan Unik Limbah Batok Kelapa Di Padang

0 218

Kerajinan Unik Limbah Batok Kelapa Di Padang

Se­lama ini, buah kelapa hampa atau tak berisi dimanfaatkan sebagai bahan bakar atau ter­buang begitu saja. Namun, di tangan Zainal limbah kelapa itu disulap menjadi kerajinan yang bernilai tinggi.

Mak Itam demikian pang­gilannya membuat membuat berbagai kerajinan dari batok kelapa yang telah dikeringkan, dengan cara mengukirnya menjadi wajah manusia dan hewan, seperti kera, kura-kura, panda, dan tupai. Ia juga menerima pesanan dari pem­beli yang meminta dibuatkan tiruan wajah binatang jenis apa saja.

Ia mendapatkan ide mem­buat tiruan wajah dari batok kelapa setelah melihat kera­jinan itu menjadi hiasan din­ding di majalah. Menurutnya, itu kerajinan yang ada pasar­nya, apalagi setelah ia tahu bahwa tak ada yang membuat kerajinan seperti itu di Padang. Ternyata benar. Setelah pro­duk itu dibuatnya, peminat­nya cukup banyak.

Mak Itam membuat re­plika wajah itu berbekal pisau. Satu replika standar disele­saikannya dalam dua jam, lalu dijualnya dengan harga Rp­50.000 hingga ratusan ribu per satu ukiran, tergantung uku­ran, bentuk, dan kerumitan membuatnya.

Omzet yang didapatkan Mak Itam dari menjual du­plikat wajah itu tidak menen­tu. Kadang ia mendapakan omzet Rp200 ribu sehari, kadang Rp500 ribu kalau ada yang membeli secara boro­ngan. Rata-rata-rata ia meraih omzet Rp200 ribu sehari.

Omzet itu diraihnya sete­lah ia rutin berjualan setiap hari di tempat usahanya, Jalan Dobi Nomor 38, Padang. “Saya ba­ru tiga bulan belakangan ru­tin setiap hari berjualan ini. Pa­dahal, saya sudah setahun men­jalankan usaha ini. Dulu sa­ya belum rutin berjualan ka­rena ada usaha lain. Usaha ini saya jadikan usaha sam­pingan saja,” tuturnya.

Selama ini, kata Mak Itam, pembeli produknya ialah orang yang kebetulan lewat di de­pan tempatnya berjualan, ter­masuk turis asing. Pembeli lain­nya ialah pemilik usaha ka­fe.

Ke depannya, ia akan mem­buat kerajinan ukir yang lebih bervariasi lagi. Ia juga berencana merekrut pemuda yang menganggur di sekitar tempat itu sebagia pekerjanya kalau usahanya sudah maju alias penjualan sudah banyak. Saat ini, ia baru memiliki 3 orang pekerja. “Nantinya akan saya coba membuat lampu hias dari batok kelapa,” kata­nya.

Source https://www.harianhaluan.com https://www.harianhaluan.com/news/detail/57986/zainal-sulap-limbah-kelapa-jadi-rupiah
Comments
Loading...