Kerajinan Wayang Di Semarang

0 685

Kerajinan Wayang Di Semarang

Bentuk kesenian yang berasal dari tanah Jawa ini, identik dengan hanya tinggal generasi tua yang melestarikannya. Baik dikenal sebagai dalang maupun pengrajin wayang. Namun berbeda dengan sosok Putranda Ekky Pradana atau Ekky yang memilih untuk berkecimpung di dunia pembuatan wayang. Sulung dari dua bersaudara ini, sudah menekuni hobinya sejak berada di Sekolah Dasar (SD). Ketertarikannya muncul saat menyaksikan pertunjukkan wayang bersama ayah dan kakeknya.

Awalnya, ia mencoba membuat wayang dengan cara meniru bentuk asli dari koleksi kakeknya pada selembar karton. Saat ini, wayang buatannya sudah terbuat dari berbagai jenis, seperti karton duplex, kulit sapi, dan kulit kerbau. Ekky juga tidak hanya membuat wayang pakem melainkan berbagai bentuk wayang kreasi. Penambahan pola dan ukiran pada wayang serta menggunakan warna-warna cerah menjadi ciri khas dari kreasinya.

Wayang, sebagai karya dari remaja ini dikenal dengan sebutan Wayang Cutter. Sebutan ini dikarenakan proses pembuatannya yang menggunakan cutter. Sejumlah tokoh wayang seperti Brotoseno, Hanoman, Dewi Kunti dan lainnya sudah menjadi kreasi dari remaja yang setahun lalu menamatkan pendidikannya di SMK Kesatrian 2 Semarang. Hingga kini, Ekky dikenal sebagai pengrajin wayang termuda di Kota Semarang, Jawa Tengah.

Selain menjadi koleksi, Ekky juga kerap menampilkan hasil karyanya di media sosial. Tak jarang, berbagai kolektor wayang dari luar Jawa meminta untuk dibuatkan wayang olehnya. “Buat wayang itu awalnya hobi sih. Tapi, karena aku suka masang foto wayang di Facebook maka suka ada pesanan dari kolektor-kolektor juga”, kata Ekky. Wayang kreasinya yang pernah terjual memiliki harga yang bervariasi. Dari kisaran Rp 500 ribu hingga Rp 3 juta, tergantung besar kecilnya ukuran dan tingkat kerumitannya.

Ekky yang tergabung dalam Komunitas Komplotan Bocah Wayang (KOBOY) Sobokarti dan menjadi anggota termuda ini, juga sering memamerkan wayangnya di berbagai acara seni di kota Semarang. Hal ini dilakukan agar orang mengetahui hasil karyanya dan semakin banyak anak muda yang tertarik menggeluti kegiatan tersebut. Ke depannya, selain ingin fokus dalam menempuh pendidikan, Ekky juga akan terus menyalurkan hobinya, agar kesenian wayang tak pernah sepi peminat di rumahnya sendiri.

Source https://semarangmuda.wordpress.com https://semarangmuda.wordpress.com/2016/11/03/jiwa-muda-pengrajin-wayang/
Comments
Loading...