Kerajinan Wayang Kardus Di Jogjakarta

0 586

Kerajinan Wayang Kardus Di Jogjakarta

Wayang yang terbuat dari kulit kerbau (binatang) mudah ditemukan di Jogja maupun Solo. Bahkan di kota-kota lain. Akan tetapi wayang yang terbuat dari bahan kertas atau kardus relative sulit ditemukan. Wayang jenis ini pada tahun-tahun 1970-an ke belakang masih sangat mudah ditemukan, terutama di kios-kios tiban yang sering bermunculan di pasar-pasar malam, tempat pertunjukan, atau tempat perhelatan dan sebagainya.

Seiring waktu dan kemajuan zaman, dunia wayang tergeser oleh berbagai bentuk kesenian dan hiburan lain. Wayang seolah tenggelam dalam dunia semacam itu. Pengrajin wayang banyak yang beralih profesi atau terpaksa merangkap profesi lain. Demikian pun pengrajin wayang kertas atau kardus. Wayang jenis ini mulai tidak laku di pasaran.

Dalam kondisi yang demikian itu Panidi Mardi Raharjo, masih tetap bertahan pada profesinya sebagai pengrajin wayang kardus. Di kediamannya yang terletak di Dusun Tegalrejo, Tamantirto, Kasihan, Bantul, Propinsi DIY ia masih giat memproduksi wayang kardus ini. Pemasarannya pun tidak lagi terbatas di sekitar Jogja, namun sudah merambah ke Kalimantan, Jakarta, Ponorogo, dan Klaten.

Panidi yang berputra 3 orang ini bertutur bahwa keahliannya dalam membuat wayang kardus didapatkannya secara otodidak. Hal itu terjadi karena sejak kecil ia memang sangat gemar menonton pertunjukan wayang. Kebetulan kakek buyutnya dulu juga seorang dalang meskipun tidak kondang atau populer.

Hingga kini Panidi masih tetap yakin bahwa wayang kardus yang dibuatnya akan tetap laku. Ia yakin bahwa masih ada banyak penggemar wayang kardus yang menyukai buatannya. Lebih-lebih untuk saat ini justru banyak sekolah yang mulai mengapresiasi kembali kesenian wayang. Itu suatu kesempatan yang baginya cukup menggembirakan. Menurutnya ia tidak akan berhenti membuat wayang kardus yang dibuatnya dengan bahan baku kertas jenis malga, cat minyak, beberapa pewarna lain, dan gapit (penjepit) dari bilah bambu.

Untuk wayang putren (jenis wanita-kecil) ia memberi harga Rp 25.000,- per tokoh wayang. Sedangkan untuk jenis Brahala ataupun Kayon (Gunungan) ia memberi harga Rp 250.000,- per buahnya. Panidi bisa menyelesaikan wayang kardus jenis Kayon atau Brahala dalam waktu satu minggu.

Ponidi secara jujur mengaku bahwa dalam memproduksi wayang kardus ini ia menemui kendala besar yakni persoalan modal. Sekalipun demikian dalam proses kreatif atau proses produksinya ia merasa tidak menemukan kesulitan apa pun. Ia merasa sangat menikmati pekerjaannya itu.

Source Kerajinan Wayang Kardus Di Jogjakarta Tembi News
Comments
Loading...