Kerajinan Wayang Karton Di Solo

0 462

Kerajinan Wayang Karton Di Solo

Pagelaran wayang kulit saat ini memang sudah sepi penonton. Namun bukan berarti kisah tentang wayang ditinggalkan begitu saja oleh penggemarnya. Sedikit banyak masih ada kaum muda dan anak-anak yang mau mengenalkan tokoh-tokoh legendaris dalam kisah-kisah Mahabarata dan Ramayana. Setidaknya ini yang saya lihat ketika ada pagelaran wayang kulit, ada satu dua bapak-bapak muda yang mengajak anaknya untuk menonton sambil mengenalkan nama tokoh-tokoh yang tak asing bagi para penggemar wayang kulit, seperti Semar, Gareng, Petruk, Arjuno, Werkudoro, Gatotkaca, dan Anoman.

Dalam pelajaran Bahasa Daerah (Jawa), kisah-kisah yang penuh ajaran moral dan etika banyak disisipkan. Misalnya kisah Sumantri, Bale Sigolo-golo, pertarungan Jatayu dan Dasamuka. Sehingga cerita wayang masih cukup menarik menjadi salah satu model untuk membentuk karekter anak sesuai dengan kepribadian budaya nasional lewat kearifan lokal.

Hal ini ternyata terbaca oleh seorang perajin wayang kulit dari Desa Purwodadi (Wonogiri), Solo. Panggilannya Pak Sabar. Sebagai seorang penggemar dan perajin, beliau merasa terpanggil untuk mengenalkan tokoh-tokoh sakti dan bijaksana serta rendah hati kepada kaum muda. Maka ia pun membuat wayang kulit yang terbuat dari karton lalu dijual seharga lima belas ribu rupiah. Ada yang seharga dua puluh lima ribu untuk wayang dengan tokoh seperti Rahwana, Dursasono, Kumbokarno, dan gunungan. Karena memang bentuknya besar, tentu membutuhkan karton dan cat yang lebih banyak.

Sebenarnya Pak Sabar bukan hanya membuat dari karton tetapi juga membuat dari kulit, tetapi sasaran konsumennya adalah anak-anak. Maka harga yang terjangkau amat dipertimbangkan. Sehingga anak-anak tertarik untuk membelinya.

Source https://www.kompasiana.com https://www.kompasiana.com/aremangadas/5548562c547b61ce0e25243b/pak-sabar-sosok-perajin-wayang-kulit-dari-karton
Comments
Loading...