Kerajinan Wayang Kulit Pucung Di Yogyakarta

0 400

Kerajinan Wayang Kulit Pucung Di Yogyakarta

Nama industri kerajinan Pocong tersebut adalah ide kreatif dari warga dusun Pucung, Wukirsari Bantul, Yogyakarta sebagai trik marketing. Kata pocong itu sendiri berasal dari nama dusun Pucung. Kerajinan yang dihasilkan warga tersebut bukanlah kulit pocong tetapi wayang kulit.

Awal berdirinya sentra kerajinan wayang kulit Pucung berawal dari kehadiran Mbah Atmo yang dulunya menjabat sebagai kepala dusun Pucung pada tahun 1917. Mbah Atmo yang masih memiliki hubungan dengan keraton dulunya adalah abdi dalem keraton yang bertugas merawat wayang milik keraton, sampai akhirnya kemampuannya membuat wayang diturunkan kepada anak dan warga dusun Pucung.

Wayang kulit yang dibuat biasanya terbuat dari kulit kambing, sapi dan kerbau. Dengan kisaran harga mulai dari Rp 25.000 hingga Rp 1.500.000 tergantung kualitas bahan baku dan kerumitan teknik pembuatannya. Menurut penuturan Samilestari salah seorang pengrajin wayang kulit, wayang buatannya sudah menembus pasar nasional dan sudah dikirim ke beberapa kota dan luar pulau.

Usaha yang ditekuni Samilestari ini sudah lebih 10 tahun lamanya, kemampuannya membuat wayang kulit tersebut telah dikuasainya sejak kecil. Samilestari juga mengungkapkan kekecewaannya bahwa sebagian besar anak muda dusun Pucung saat ini enggan melanjutkan usaha yang sebenarnya telah turun-temurun tersebut.

“Anak muda jaman sekarang susah mbak kalau suruh melestarikan kebudayaan, maunya kerja kantoran, anak saya juga begitu nggak tertarik sama wayang,” ujarnya.

Ia berharap nantinya sentra kerajinan Pucung ini dapat menjadi tujuan wisata baik domestik maupun mancanegara serta dapat terus berkembang, karena menurutnya wayang adalah salah satu budaya Indonesia yang harus dilestarikan.

Source https://www.brilio.net https://www.brilio.net/news/seram-kulit-pocong-dijadikan-kerajinan-kreatif-kerajinan-kulit-pocong-150320b.html
Comments
Loading...