Kerajinan Wayang Mini Di Madiun

0 145

Kerajinan Wayang Mini Di Madiun

Sebagai perajin, Herli bangga karyanya diterima masyarakat. Apalagi kerajinan yang ditekuninya tergolong tak populer. Bahkan seni kerajinan ini cenderung ditinggalkan perajin karena dinilai kurang prospektif sebagai mesin uang.
Kelesuan pasar wayang kulit itu melecut semangat Herlin melakukan inovasi produk agar pasar yang sebelumnya terbatas pada dalang dan pencinta seni wayang kulit bisa meluas. “Alhamdulillah, permintaan di sanggar kami terus mengalir. Semoga ini pertanda baik. Masih banyak orang tertarik dengan seni wayang kulit,” katanya.
Setiap hari Herlin menghasilkan 5-10 wayang kulit mini. Beragam tokoh cerita pewayangan dia ciptakan. Sebut beberapa yang populer, seperti Rama, Shinta, Arjuna, Srikandi, serta tokoh punakawan Semar, Gareng, Petruk, dan Bagong.
Dikatakan mini karena panjang wayang kulit karya Herlin seukuran kartu nama atau sekitar 10 sentimeter hingga setinggi penggaris mika (sekitar 30 sentimeter). Ukuran ini berbeda dengan wayang kulit biasa yang pajangnya hampir setengah badan orang dewasa. Setidaknya ada dua bentuk wayang yang ia tawarkan sebagai gantungan kunci dan wayang garanan.
Wayang garanan berpenyangga kayu. Fungsi kayu untuk menancapkan di batang pisang agar mudah dimainkan sang dalang. Kayu juga digunakan untuk menggerakkan wayang sehingga pementasan menjadi atraktif karena tokoh yang diperankan seakan hidup.
Herlin juga membuat wayang kertas, berbahan baku kertas bekas, karton, dan  kardus. Untuk endapatkan bahan bakunya, dia memanfaatkan limbah perajin wayang kulit dan kertas dari tukang loak.
Dari kertas bekas yang dia beli Rp 3.000 per kilogram, ia menghasilkan 10 wayang kertas seharga Rp 100.000. Rata-rata wayang kertas karyanya dijual Rp 10.000 per tokoh dengan ukuran setinggi penggaris mika. Bisa dibayangkan nilai tambah yang diberikan Herlin pada kertas bekas tersebut.
Namun, harga itu tak berlaku untuk wayang kulit mini karena bahan yang dipakai kulit asli sapi atau kambing. Harga wayang kulit mini kayanya Rp 30.000-Rp 100.000 perwayang tergantung dari besar kecilnya. Wayang yang berbentuk gantungan kunci harganya Rp 3.000-Rp 5.000 per wayang.
Harga wayang buatan Herlin relatif tak mahal. Nominal itu bisa dikatakan tak sebanding dengan nilai kreativitas dan kerja kerasnya.
“Ini karena tujuan saya tak semata-mata uang, tetapi bagaimana melestarikan wayang di tengah arus modernisasi agar generasi muda khususnya tak asing dengan budayanya sendiri,” kata Herlin yang belajar membuat kerajinan secara otodidak.
Source http://sutarko.blogspot.com/2012/03/herlin-susilowati-merengkuh-dunia-dari.html http://sutarko.blogspot.com/2012/03/herlin-susilowati-merengkuh-dunia-dari.html
Comments
Loading...