Kerajinan Wayang Potehi Di Jombang

0 195

Kerajinan Wayang Potehi Di Jombang

Sempat terancam kepunahan saat Orde Baru, perajin wayang potehi di Jombang, Jawa Timur mencoba bangkit kembali. Mereka terus memahat dan mengenalkan wayang dari daratan Cina bagian selatan. Kesenian ini dibawa oleh perantau etnis Tionghoa ke berbagai wilayah Nusantara pada masa lampau dan telah menjadi salah satu jenis kesenian tradisional Indonesia serta terus melestarikannya sebagai budaya asli Cina. Jika dulu teramat sulit memasarkan, kini perajin potehi kebanjiran pesanan.

Kerajinan wayang potehi mulai dikenal dalam hidup Supangat. Sejak 10 tahun sudah pria asli Jepara yang merantau ke Jombang pada tahun 1979 dan akhirnya tinggal di Desa Mancilan, Kecamatan Mojoagung, Jombang ini menekuni kerajinan wayang Cina yang dikenal Wayang Potehi.

Kerajinan ini ditekuni sejak tahun 2001 lalu, sebelum mengerjakan Wayang Potehi  dia mengerjakan ukiran altar untuk sembahyang di Klenteng Hok San Kiong Gudo setelah beberapa tahun kemudian dia mengerjakan kerajinan Wayang Potehi.

Supangat adalah satu-satunya perajin wayang potehi di Jombang bahkan Jawa Timur. Meski wayang potehi terancam punah karena mulai ditinggalkan pengemarnya, dan saat ini mulai dilir oleh masyarakat kembali seiring dengan gencarnya promosi dan pertunjukan wayang potehi di berbagai pusat keramaian.

Potehi sendiri artinya boneka yang dibungkus kain putih. Wayang unik ini dibuat dari kayu waru atau kayu mahoni yang lunak. Pemilihan kedua jenis kayu ini karena mudah diukir dan dibentuk menjadi berbagai tokoh pewayangan Cina.

Awal pembuatannya, lonjoran kayu waru dipotong dan dipola menyerupai boneka kepala wayang. Model kepala wayang setengah jadi ini kemudian dihaluskan dengan amplas sebelum dicat warna warni sesuai dengan karakter wajah dan watak tokoh wayang. Selanjutnya bagian kepala wayang diberi baju sesuai dengan peran yang akan dimainkan.

Supangat hanya mengerjakan Wayang Potehi khusus untuk satu orang yakni ketua Wayang Potehi Jombang, sejak 10 tahun dia tidak menerima pesanan dari orang lain.

“Setiap hari saya mengerjakan pembuatan Wayang Potehi, namun hanya untuk pesanan dari pak Toni Ketua Wayang Potehi” terang Supangat.

Harga untuk pembuatan kepala wayang potehi sekitar Rp. 85 ribu sedangkan untuk satu wayang terdiri dari kepala, tangan dan kaki sekitar Rp. 125 ribu. Untuk satu yang berisi sekitar 125 buah bisa mencapai puluhan juta rupiah.

Source http://kampungfoto.blogspot.co.id http://kampungfoto.blogspot.co.id/2012/10/geliat-pengrajin-wayang-potehi_11.html
Comments
Loading...