Kerajinan Wayang Potehi Di Tulungagung

0 205

Kerajinan Wayang Potehi Di Tulungagung

 Menjelang Imlek 2014 keberadaan kesenian asli dari daratan Cina, wayang potehi diburu orang. Imbasnya, salah satu perajin wayang potehi dan juga budayawan Tulungagung kebanjiran berkah. Pesanannya pun melonjak hingga 70 persen.

Adalah Liem Giok Bing atau lebih akrab dipanggil Kuwato, warga Kelurahan Kutoanyar Kecamatan Kota Tulungagung. Bagi Kuwato, keberadaan wayang potehi seolah sudah menyatu dalam hidupnya. Usaha kuwato pun tak sia-sia, jika dulu wayang tradisonal dari daratan China ini ditinggal penggemarnya, kini berkat tangan dinginnya, wayang potehi dikenal masyarakat luas.

Dia mengaku pemesan tidak hanya dari kota di Jawa Timur saja, melainkan dari kota-kota besar di Indonesia bahkan wayang buatannya menarik wisatawan mancanegara. Seperti Korea, Taiwan dan Australia. Sebagian besar peminat wayang seperti Korea, Taiwan dan Australia. Sebagian besar peminat wayang potehi adalah kolektor wayang dan dalang pertunjukan.

“Tahun ini sudah ratusan wayang potehi saya buat. Ada yang memasan 1 set untuk dikoleksi dan pertunjukan. Ada juga yang memesan bijian untuk souvenir. Kalo bijian yang laris adalah tokoh Sin Jin Kwie, itu tokoh jendral yang kuat dan bijaksana,” jelas pria yang telah menekuni kerajinan wayang potehi sejak 24 tahun lalu.

Menurut Kuwato, membuat wayang potehi dibutuhkan keahlian khusus. Selain harus mempunyai ketrampilan mengukir yang mumpuni, perajin harus hafal tokoh-tokoh dan karakter wayang pootehi.

Umumnya wayang potehi dibuat dari jenis kayu waru atau kayu mahoni. Kedua jenis kayu ini dipilih Kuwato karena mudah diukir dan dibentuk menjadi berbagai tokoh wayang potehi.

Awalnya lonjoran kayu waru atau mahoni dipotong dan diukir menjadi boneka kepala wayang setengah jadi. Setelah dihaluskan dengan amplas, kepala wayang dicat warna warni sesuai dengan karakter dan watak tokoh wayang yang akan dibuat, baru kemudian diberi baju sesuai dengan peran yang akan dimainkan.

Wayang wayang pootehi buatan Kuwato ini, bisa dipesan per buah dan 1 set. Satu buah wayang pootehi rata-rata dijual dengan harga Rp 350 ribu – Rp 1 juta, sementara satu set wayang berisi 125 dan 150 wayang, dihargai Rp 50 juta hingga Rp 75 juta.

Source https://news.detik.com https://news.detik.com/jawatimur/2474471/wayang-potehi-made-in-tulungagung-diburu-kolektor-asing
Comments
Loading...