Kreasi Kerajinan Akar Bambu Bentuk Wajah Di Banjaran

0 251

Kreasi Kerajinan Akar Bambu Bentuk Wajah Di Banjaran

Keberadaan Pohon Bambu di tempat tinggalnya membuat Tata warga, Tarajusari memiliki ide kreatif dengan menciptakan kerajinan dari akar Bambu. Namun, sayangnya usaha kreatif ini masih mengalami hambatan pada pemasaran dan permodalan.

Ide kreatif yang dimiliki Tata Rosita patut di ancungi jempol. Sebab, berawal dari akar bekas akar bambu atau akar bekas tebangan pohon berhasil menyulap akar menjadi barang seni yang bernilai tinggi.

Warga Kampung Tarajusari RT 04 RW 07 Desa Tarajusari Kecamatan Banjaran Kabupaten Bandung ini, menjadi kerajinan unik sebagai mata pecahariannya. Maka, tak jarang hasil karyanya banyak diminati berbagai kolektor barang seni.

Ditemui di kediamnya, Tata menceritakan ide membuat kerajinan dari akar bambu. Menurutnya, ide bermula karena disekitar rumah Tata banyak tumbuh pohon bambu. Karena pohon bambu tidak terurus dan terlalu besar akhirnya ditebang. Namun, bekas tebangan yang merupakan akar bambu terlihat tidak enak dipandang.

Setelah terus diamati, ternyata akar bambu memiliki tekstur menonjol dan mirip wajah-wajah manusia. Sehingga, akar bambu tersebut dicoba dia ukir dengan menggunakan pisau untuk membentuk wajah manusia. Bahkan, pernah juga membuat wajah tokoh-tokon yang ada di Indonesia.

Bagi Tata, untuk membuat satu kerajinan dari akar bambu membutuhkan waktu selama 3 hari. Sedangkan untuk harga jual untuk satu buah karyanya Tata Mematok harga dari 200 sampai 300 ribu. Namun, dia mengaku, untuk saat ini dia hanya menjual kerajinan akar bambu di disekitar rumahnya saja.

’’Kalau kerajinan ini tergantung dari tingkat kesulitan pembuatannya semakin sulit semakin mahal hargannya,” ucap pria berkumis ini.

Untuk kerjinan yang dibuat Tata, sebetulnya, sangat bervariatif, mulai asbak berbentuk wajah manusia, Hewan dan lainya bahkan, tempat menyimpan payung dan barang dia pernah buat.

Dalam membuat kerajinan, tergantung dari permintaan dan pesanan konsumen. Bahkan, banyak konsumen yang datang dari luar kota meminta dibuatkan asbah berwajah tokoh tertentu.

Kendati begitu, ditengah usahannya yang sedang berkembang, dia mengaku, kesulitan untuk memasarkan kerajinan secara luas. Bahkan, untuk pengembangan Tata masih membutuhkan modal.

Sedangkan untuk bahan baku sendiri di desa Tarajusari sangat banyak ditemui pohon bambu. Sehingga, dia tidak merasa khawatir kekurangan bahan baku.

Source http://jabarekspres.com http://jabarekspres.com/2018/ciptakan-kreasi-unik-wajah/
Comments
Loading...