Kreasi Kerajinan Bongkahan Batu Di Malang

0 233

Kreasi Kerajinan Bongkahan Batu Di Malang

Bebatuan sungai atau jenis batu lainnya, bila tak dimanfaatkan mungkin hanya menjadi bongkahan yang tak bernilai. Di tangan warga MalangDedi Supriadi, bongkahan batu tersebut mampu disulap menjadi kerajinan batu yang bernilai tinggi.

Mulai dari batu kali, batu andesit (batu candi), batu Padas, batu hasil fosil, batu marmer, batu Maliaman atau akrab disebut batu Cirebon, disulap olehnya menjadi interior rumah, lampu taman, pot bunga hingga kerajinan-kerajinan lainnya.

Dedi mengaku batu-batu yang dia dapatkan tersebut dibelinya dari para pengempul dari berbagai daerah. “Macam-macam, ada yang dari Malang Selatan, Tulung Agung, Blitar, Trenggalek, Cirebon, dari beberapa pengempul langganan saya,” kata Dedi.

Bentuk batu yang diolah olehnya pun bermacam-macam, ada yang berbentuk seperti cerek, berbentuk kapal, bentuk guitar, bentuk ukulele, bentuk termos, bentuk rumah-rumahan. “Kalau (bentuk) ini yang untuk ukuran kecil,” katanya sembari menunjukan contohnya.

Untuk proses pembuatannya sendiri, sebelum bongkahan batu dipotong menjadi lempengan terlebih dahulu dibersihkan. “Batunya saya cuci dengan air, kalau terlalu kotor ada alat pembersih yang saya pakai,” katanya

Setelah batu dibersihkan selanjutnya masuk pada proses pemotongan batu. Untuk pemotongan batu sendiri, menurut pria pensiunan Bank ini diperlukan kesabaran dan ketelitian yang tinggi. “Butuh konsentrasi yang ekstra, biasanya kalau buat pot bunga yang ukuran kecil, dalam 1 hari saya bisanya 10 (pot bunga),” katanya.

Lempengan batu yang telah jadi tersebut kemudian dipotong dan dirakit berdasarkan desain awal yang telah dibuat. Menariknya proses perakitan tersebut, Dedi menambahkan bahwa tidak menggunakan semen, atau hanya bermodal lem spesial buatannya sendiri.

“Lempengan saya rakit sesuai desain awal, misal desain kapal maka saya lem lempengan batu tadi jadi bentuk kapal dengan lem,” tuturnya.

Lem yang digunakan olehnya, merupakan campuran bahan-bahan hewani yang dibuatnya sendiri. “Kalau itu rahasia perusahaan, yang jelas ada lemak hewani yang saya pakai,” katanya dengan hati-hati.

Hingga saat ini, kerajinan batu buatan Dedi telah diekspor ke beberapa wilayah diantaranya Bali, Jakarta, Samarinda, serta beberapa wilayah di luar Jawa Timur. “Biasanya saya kirim untuk dipasang di kafe, restoran, warung, hotel, losmen, ada pula untuk interior rumah dan taman,” katanya.

“Pernah juga teman saya jual hasil karya ini ke bule orang Australia,” katanya sembari menunjukan interior taman buatannya.

Soal harga sendiri tergantung kualitas batu, hingga saat ini kerajinan batu yang terbilang mahal adalah jenis batu fosil. “Fosil, biasanya kisaran 1,2 juta ke atas untuk desain interior rumah,” katanya.

Sedangkan untuk kerajinan pot bunga atau kerajinan kecil lainnya, dibandrol dengan harga 35 ribu rupiah, hingga 350 ribu rupiah, sedangkan lampu taman dibandrol dengan harga sekitar 500 ribu rupiah.

Source https://malangtoday.net https://malangtoday.net/malang-raya/kota-malang/bongkahan-batu-disulap-jadi-seni/
Comments
Loading...