Kreasi Kerajinan Buku Mainan Anak di Malang

0 290

Kreasi Kerajinan Buku Mainan Anak di Malang

Kemajuan zaman yang pesat ikut memengaruhi perkembangan anak. Konon paparan gawai dan media elektronik turut memperlambat perkembangan motorik dan daya kreativitas anak. Sebagian anak menjadi kurang responsif, telat bicara, dan sederet permasalahan tumbuh kembang lainnya. Tentu para orangtua tidak mengharapkan kondisi buah hati yang demikian.

Kesadaran orangtua untuk memberikan mainan anak yang edukatif semakin membaik di tengah banyaknya jenis dan ragam mainan anak. Nah, kebutuhan ini mendorong penggunaan mainan edukatif, antara lain busy book. Sesuai sebutannya, buku ini kabarnya bisa membuat anak-anak tetap sibuk dan tidak rewel. Dengan begitu orangtua tetap leluasa beraktivitas bersama sang anak.

Pada umumnya, busy book berisi mainan stimulasi. Misalnya, mencocokkan bentuk segitiga, belajar mengikat sepatu, atau memasang kancing baju. Untuk anak perempuan, busy book biasanya berisi latihan menjahit. Cara memainkannya, dalam halaman buku yang berbahan kain flanel terdapat beberapa lubang, anak-anak bisa memasukkan benang atau tali ke lubang tersebut. Model busy book lainnya, berisi simulasi memberi makan satwa. Bentuk muka satwa ini di bagian mulutnya diberi resleting. Nantinya, anak bisa masukkan kain flanel sebagai makanannya.

Di jagat maya, produk busy book atau quite book sudah lama diperkenalkan. Sejumlah e-commerce luar negeri banyak yang menjajakan produk serupa. Ada beberapa penjual yang menawarkan busy book. Meski demikian, masih terbilang sulit menemukan produk sejenis di pasar Indonesia kala itu. Peluang inilah yang kemudian ditangkap Dwi Asih Andarwati. Dia memproduksi busy book berbahan dasar kain flanel.

Asih, begitu panggilannya, adalah produsen kerajinan tangan berbahan flanel sejak 2012. Sebelum membuat busy book, Asih fokus menggarap sampul toples, bungkus kotak tisu, dan tas anak-anak.

Lewat label usaha Hayyu Flanel, Asih memperkenalkan busy book pada Oktober 2015. “Quite book dari bahan kain sudah lama ada di luar negeri. Biasanya untuk anak usia enam bulan sampai 12 bulan. Tapi harganya lumayan mahal bisa US$15 per lembar. Padahal desainnya sangat simpel,” kata Asih.

Oleh sebab itu dia merancang busy book untuk anak-anak usia 3 tahun–6 tahun. Berbekal riset sederhana dengan saudaranya yang kebetulan berprofesi sebagai guru Taman Kanak-Kanak (TK), Asih menyusun beberapa materi kreativitas anak ke dalam 10 halaman busy book buatannya.

Ternyata, respon pasar cukup baik. Produk busy book Hayyu Flanel diminati pasar. Berawal dari ikut bazar di sekolah-sekolah daerah asalnya, Batu Malang, Jawa Timur, produknya makin dikenal luas. Meski cepat dikenal, bukan berarti gampang menjual busy book. Asih bilang, harga menentukan tingkat penjualan buku ini.

Makanya, meski membuat satu buah busy book ini butuh waktu sekitar empat sampai lima hari, Asih tak bisa mematok harga tinggi-tinggi. “Harga Rp 175.000 sudah dianggap mahal untuk sebagian orang. Suatu waktu saya ikut bazar, ada anak yang mau tapi orangtuanya enggak membelikan karena dianggap mahal,” keluhnya.

Setali tiga uang dengan Desti Annisa, pemilik usaha Ailani Busy Book terpaksa menurunkan harga dari Rp 200.000 menjadi Rp 135.000. Desti, berujar, awalnya mematok harga tinggi lantaran proses pembuatan sebuah busy book memakan waktu hingga dua pekan.

Kemudian, dengan perbaikan sistem produksi, Desti bisa memangkas harga. “Di harga Rp 135.000 ini jadi lebih banyak yang pesan,” akunya.

Desti yang menjual produk berlabel Ailani Busy Book sejak enam bulan lalu ini, sekarang mampu memproduksi sekitar 30 busy book–50 busy book per bulan. Bahkan dengan harga segitu, dia bisa menerima pesanan reseller sekitar 20 buku–30 buku saban bulan. “Kami sudah punya reseller di Australia dan Singapura,” sebutnya.

Source https://peluangusaha.kontan.co.id https://peluangusaha.kontan.co.id/news/menjahit-untung-dari-buku-mainan-buat-si-kecil
Comments
Loading...