Kreasi Kerajinan Dari Koran Bekas Di Bogor

0 323

Kreasi Kerajinan Dari Koran Bekas Di Bogor

Meski jumlahnya masih sedikit, namun mulai banyak orang-orang yang memilih menjadi social entrepreneur, salah satunya Aling Nur Naluri. Namanya sudah cukup dikenal sebagai salah satu founder dari Rancage, produk kerajinan tangan yang terbuat dari koran bekas.

Nur menjelaskan awal mula dia dan rekannya mendirikan Rancage ketika melihat kehidupan masyarakat sekitar Sekolah Alam Bogor tempatnya bernaung. Dia melihat banyak ibu-ibu yang hidupnya pas-pasan yang sulit mencari pekerjaan untuk membantu suaminya.

Kebetulan saat itu dia juga tengah menjalankan program bank sampah, di mana para siswa Sekolah Alam Bogor diminta untuk mengumpulkan sampah-sampah. Nah karena melimpahnya sampah, Nur terbesit untuk membuat sebuah kerajinan berbahan sampah. Proses riset yang dilakukan pada 2012 itu sebenarnya tidak mudah. Membutuhkan waktu selama 1 tahun bagi Nur dan timnya untuk menemukan teknik pelintingan koran dan jenis coating-nya sebagai bahan pendukungnya. Bahkan dari modal awal hampir Rp 10 juta, sebagian besar dihabiskan untuk proses riset tersebut.


Untuk modal Rp 10 juta, Nur mengaku mendapatkannya dalam programgarage sell yang dia lakukan bersama dengan orangtua murid Sekolah Alam Bogor. Saat itu para orangtua murid diajak berpartisipasi untuk menjual barang-barang yang sudah tidak terpakai.

Tahun pertama juga menjadi tahun yang paling sulit bagi Nur untuk mengembangkan Rancage. Awal mulanya dia mampu mengajak sekitar 6 orang ibu-ibu. Namun saat itu banyak ibu-ibu yang belum percaya bahwa bisnis sosial itu akan dijalankan secara serius.
Namun saat itu Nur sudah mulai rajin ikut pameran-pameran produk kerajinan tangan. Saat itu produk-produk Rancage belum begitu bervariatif, hanya seperti tempat pensil, keranjang dan lain-lain.

Tahun kedua dia juga masih rajin ikut pameran. Dia memang sengaja tidak terlalu banyak menjual produknya secara eceran melalui toko ataupun online. Sebab menurutnya dengan semakin besar orderan yang masuk semakin besar ibu-ibu yang bisa diberdayakan.
Memasuki tahun ketiga, akhirnya Rancage mulai menarik perhatian sebuah perusahaan. Perusahaan tersebut melakukan orderan dalam skala besar sebagai souvenir untuk perhelatan ulang tahun korporasi. Roda bisnis Rancage pun bergulir semakin kencang. Di tahun keempat Rancage mulai merambah pasar mancanegara.

Saat ini Rancage sudah menghasilkan omzet sekitar Rp 300 juta- Rp 500 juta per tahun atau sekitar Rp 25 juta-Rp 41 juta per bulan. Belum begitu besar memang, namun cukup untuk meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar.

Nur menjelaskan, dari omzet yang didapat sekitar 20% untuk penganyam, lalu 20% untuk biaya kontribusi ke lingkungan sekitar, 10% untuk alokasi darurat ketika ada ibu-ibu yang sakit atau keadaan darurat lainnya. Lalu 20% lagi untuk bahan penunjang seperti coating dan 10% untuk tabungan warga.

Source https://finance.detik.com https://finance.detik.com/solusiukm/d-3605890/bikin-kerajinan-dari-koran-bekas-wanita-ini-raup-omzet-puluhan-juta
Comments
Loading...