Kreasi Kerajinan Guci Hias Kulit Telur Puyuh Di Solo

0 435

Kreasi Kerajinan Guci Hias Kulit Telur Puyuh Di Solo

Tanpa isi, kulit telur sejatinya hanyalah sampah. Namun, kulit telur bisa menjadi penghias keramik sederhana menjadi bernilai tinggi. Produk keramik pun tampil unik dan cantik dalam balutan kulit telur. Bahkan, berkat kerajinan kulit telur ini, para perajinnya bisa mendulang omzet puluhan juta dan mampu mengekspor ke luar negeri.

Kulit telur yang notabene adalah sampah, ternyata mampu mempercantik barang kerajinan. Salah satunya, guci hias yang dibalut dengan pecahan kulit telur. Guci pun tampil unik hingga memiliki nilai ekonomi dan menjadi peluang usaha yang menjanjikan.

Titik Shavieq, perajin kulit telur asal Solo, lebih memilih kulit telur puyuh, ketimbang telur bebek atau ayam, sebagai penghias kerajinannya. Ia memilih kulit telur puyuh karena coraknya cukup unik dan bagus. “Hasilnya pun bisa lebih bagus daripada telur biasa,” jelas Titik. Hanya saja, kulit telur puyuh sulit diperoleh. Untuk mendapatkan kulit telur puyuh ini, Titik mempunyai langganan pedagang telur yang memasok. Sayangnya, si pedagang itu belum mampu memasok kulit telur puyuh secara rutin.


Selain guci hias, Titik juga menyulap limbah kulit telur menjadi lampu hias, asbak, tempat tisu, dan tempat lilin. “Semua kerajinan ini cukup diminati, baik wisatawan lokal maupun asing,” kata Titik.¬†Titik mulai bergelut di usaha kerajinan keramik berhias kulit telur ini sejak 2006. Dengan modal Rp 3 juta, ia membeli kulit telur, tanah liat, dan amplas.

Berkat keterampilannya mengutak-atik cangkang telur, Titik kemudian membuka gerai di Jalan Untung Suropati, Pasar Kliwon, Solo, untuk menawarkan barang kerajinannya. Ia menjual kerajinan guci hias dan lampu hias kulit telur mulai dari Rp 75.000 hingga Rp 600.000.

Titik enggan mengungkapkan besaran omzet yang ia terima tiap bulan. Ia hanya bilang, saban bulan omzetnya bisa mencapai puluhan juta rupiah. “Karena dapatnya tak tentu, ada satu bulan sampai puluhan juta, ada juga yang cuma dapat Rp 7 juta per bulan,” kata Titik.

Source http://peluangusaha.kontan.co.id http://peluangusaha.kontan.co.id/news/laba-nan-cantik-dari-guci-berbalut-kulit-telur
Comments
Loading...