Kreasi Kerajinan Kain Perca Di Depok

0 283

Kreasi Kerajinan Kain Perca Di Depok

Haneda Ananta dan Endah Sutjihati adalah dua sosok di balik suksesnya wirawsaha Kain Perca. Di bawah bendera usaha Caremommies, di Jl. Nusantara 1B, Kelapa Dua, Depok, keduanya tak cuma fokus menghitung besar modal dan laba. Tetapi, pengusaha yang menciptakan banyak produk dari limbah tekstil ini juga menularkan keahlian mereka kepada orang lain. Mulai dari ibu-ibu yang tinggal di sekitar tempat tinggal mereka, hingga para napi di Rutan Salemba dan Cipinang. Pantas jika mereka menyandang gelar Social Entrepreneur di ajang Lomba Wanita Wirausaha BNI-Femina 2010.

Keinginan untuk menjadi wirausaha yang peduli pada lingkungan dan sesama berawal sejak mereka berdua membuat bisnis kecil-kecilan tahun 2007. Tujuan awalnya cukup sederhana, yaitu sekadar mencari tambahan uang kas sekolah. Kebetulan, keduanya tergabung dalam komite sekolah sebuah taman kanak-kanak, tempat anak mereka bersekolah.

“Idenya, membuat kaus nama untuk anak-anak dengan memanfaatkan kain perca. Saya punya teman yang bekerja di konfeksi, sehingga saya bisa mendapatkan kain perca itu secara gratis,” kenang Endah, sumringah. Sinergi mereka langsung klop. Sebagai lulusan Desain Grafis Trisakti, Haneda sangat kreatif soal desain, sementara Endah jago soal menjahit dan menyulam.

Kaus nama yang dibuat selusin itu ternyata laris manis. Insting wirausaha mulai menggelitik keduanya untuk menekuni proyek khusus ini sebagai bisnis serius. “Dengan modal awal Rp. 500.000, kami membeli bahan-bahan dan alat untuk menjahit dengan tangan, dan membayar tenaga lepasan,” jelas Haneda.

Kids & Cook adalah nama yang mereka pakai untuk bisnis pertama mereka ini. Tantangan awalnya adalah kesulitan mencari orang yang terampil menjahit dan menyulam. Namun, kebuntuan ini justru dijadikan celah untuk melahirkan tenaga-tenaga ahli baru. Sasaran Endah waktu itu adalah rekan sesama ibu yang menunggui anak mereka pulang sekolah.

Ternyata, peminatnya lumayan banyak. Ruang tunggu sekolah itu pun berubah menjadi studio jahit dadakan,” cerita Endah. Usahanya ini tak cuma berhasil menambah keterampilan, tapi juga memberi penghasilan tambahan kepada ibu-ibu rumah tangga itu. “Setiap kaus dengan sulaman atau jahitan nama karya mereka selanjutnya kami beli dengan harga pantas,” tambahnya.

Beberapa bulan berdiri, mereka mulai berani mengikuti berbagai pameran dan bersaing dengan produk lain. Ajang ini tak hanya membuka jejaring bisnis, tapi juga membanjiri mereka dengan ide dan masukan dari para konsumen. Produksi mereka pun jadi lebih bervariasi. “Kini produk kami mencapai 30 jenis dengan kisaran harga Rp10.000 – Rp2,5 juta. Agar menonjol dari produk kompetitor, kami selalu berusaha menggali ide desain baru yang orisinal,” ungkap Haneda.

Source Kreasi Kerajinan Kain Perca DI Depok http://tips-cara.info/ceritakisahsuksespengusahawanitabisniswirausahamodalkecil/
Comments
Loading...