Kreasi Kerajinan Kaos Kaki Di Bantul

0 233

Kreasi Kerajinan Kaos Kaki Di Bantul

Di Bantul, Yogyakarta, pasangan muda Ahmad Nur Hadi serta sang istri Lia Nirawati. Dua sejoli yang datang dari Mojokerto Jawa Timur itu dari Januari 2011 tekuni kreasi kerajinan tangan yang benar-benar unik, yaitu boneka, gantungan kunci, gantungan kaca mobil, tirai, serta kalung, yang seluruhnya memiliki bahan basic kaus kaki.

Bukan hanya perkara gampang memanglah untuk Lia serta Ahmad meniti usaha yang mengusung Nay Gadabra untuk brand produknya itu. Terlebih, sebelum terjun dalam produksi kerajinan tangan kaus kaki, mereka sempat rasakan kegagalan dalam menggerakkan usaha pada mulanya, yaitu jualan kemeja batik, kreasi flanel, sampai sepatu lukis.

“Menurut kami, boneka itu disukai oleh seluruh susunan umur, dimulai dari anak-anak sampai dewasa, tetapi boneka juga jadi product yang umum, tujuannya bukan hanya suatu hal yang special lagi, hingga kami berdua berpikir untuk berikan sentuhan lain dari suatu boneka, serta pilihan jatuh dengan bahan basic kaus kaki,” paparnya. Untuk orang awam barangkali yang dikerjakan oleh Lia serta suaminya terdengar aneh, tetapi saat lihat kreasi produknya, mengagumkan jadi kata yang paling cocok untuk penggambarannya.

“Jogja itu aura seninya tetap benar-benar kental, di samping itu disini (Jogja) kreativitas orang-orangnya juga benar-benar tinggi, alhasil kami dapat bikin beberapa produk seperti ini dapat karena di sekitar kami bertebaran beberapa orang kreatif (kerajinan tangan), hingga dapat meningkatkan adrenalin kreativitas kami,” terang jebolan Design Komunikasi Visual ISI Yogyakarta itu.

Di dukung penuh sang suami yang sempat juga mengenyam pendidikan di ISI Yogyakarta, Lia mengawali ‘petualangan’ bisnisnya itu dengan memperkenalkan kreasi sock doll ke rekan-teman dekatnya. Akhirnya, rekan-temannya berasumsi kreasi itu unik serta bernilai jual, hingga tak ada kesangsian lagi dari diri Lia serta suami untuk mengembangkannya.

Tak ada bahan baku spesial yang dipakai Lia untuk penyusun kreasi produknya. Menurut dia seluruh tipe kaus kaki dengan beragam wujud, ukuran, ataupun warna dapat dipakai untuk bahan baku. “Artinya kaus kaki yang kami pakai sesuai dengan product yang bakal di buat, baik dari sisi ukuran, wujud, serta warnanya,” jelasnya.

Ditambah sebagian komponen bahan baku lain seperti dakron, flanel, benang, dan lain-lain, Lia dalam satu hari dapat bikin 20-25 pcs bermacam wujud serta ukuran. Boneka-boneka lucu itu lalu di pasarkan dengan harga yang relatif terjangkau, yaitu Rp. 30.000 sampai Rp 120.000/pcs, bergantung wujud serta ukurannya.

Selain boneka sebagai ikon product Nay Gadabra, waktu ini juga Lia menghasilkan sebagian product lain, seperti gantungan kunci, tirai, gelang, kalung, accessories, dan lain-lain. Beberapa produk itu di produksi Lia dibantu suami serta satu orang tenaga produksinya. “Dari kami tiap-tiap telah mempunyai jobdesk sendiri, sepeti pola serta design dari saya, untuk jahit dari tenaga jahit, dan finishing umumnya juga dari saya, ” lanjutnya.

Source https://umkmjogja.com https://umkmjogja.com/kesuksesan-kreasi-kerajinan-tangan-dari-kaus-kaki.html
Comments
Loading...