Kreasi Kerajinan Menyusun Limbah Potongan Kayu Di Jepara

0 390

Kreasi Kerajinan Menyusun Limbah Potongan Kayu Di Jepara

Sudah sejak lama, Jepara menjadi pusat industri furnitur atau pernak-pernik dari kayu. Banyaknya, industri mebel yang berpusat disana menghasilkan limbah kayu yang cukup melimpah. Limbah yang terdiri dari potongan kayu tak terpakai ini ternyata masih bisa disulap menjadi barang bernilai tinggi.

Berbagai potongan kayu tersebut disusun dengan apik plus dengan sentuhan artistik hingga bisa menjadi pelapis dinding, menggantikan wallpaper. Selain hunian, pelapis dinding  ini juga sering dipakai untuk restoran atau perkantoran.

Susunan kayu yang biasa disebut dengan wallcalding ini sedang naik daun. Pasarnya tidak hanya di dalam tapi juga luar negeri. Maklum saja, selain mempunyai nilai keindahan dan seni, produk ini tergolong produk daur ulang, yang selalu nampak menarik dimata pasar internasional.

Zain Noor, pemilik Furni Leather asal Jepara, Jawa Tengah menilai, popularitas  produk ini sudah mulai terasa sejak setahun belakangan dan pasarnya pun semakin meningkat. Pemasarannya tak hanya di Bali dan sekitar Jepara, melainkan sudah merambah  ke Australia, Belanda dan sejumlah negara di Eropa.

Sebulan, Zain bisa menggarap 15-20 unit wallcalding berukuran 2,4×1,9 m2). Harganya dibanderol sekitar Rp 350.000-Rp 450.000 per m2. Sayang, dia enggan mengungkapkan keuntungan yang dikantonginya.

Zain mulai memproduksi wallcalding sejak  1,5 tahun lalu. Asal tahu saja, selain membuat susunan kayu limbah ini, dia juga membuat beragam dekorasi dan furnitur dari bahan limbah kayu dan limbah kulit sejak tahun 2007.

Source https://peluangusaha.kontan.co.id/ https://peluangusaha.kontan.co.id/
Comments
Loading...