Kreasi Kerajinan Miniatur Kapal Dari Tusuk Es Krim Di Mojokerto

0 171

Kreasi Kerajinan Miniatur Kapal Dari Tusuk Es Krim Di Mojokerto

Siapa bilang bekas tusuk es krim tidak bisa dimanfaatkan untuk karya seni. Hal itu berhasil dibuktikan oleh Mohammad Khoiri, pria sederhana yang berasal dari Mojokerto, Jawa Timur. Di tengah kehidupannya yang serba dalam keterbatasan, dia tetap bisa mengekspresikan bakat yang dimiliki secara otodidak. Sekaligus menjadi tambahan penghasilan yang cukup lumayan.

Sekilas memang sudah biasa apabila kita melihat sebuah karya seni yang terbuat dari bahan bekas. Tetapi hati kita akan tersentuh jika kita mau mengenal Khoiri lebih dalam lagi. Setiap hari, Khoiri rela memungut bekas tusuk es krim dari tempat sampah guna memenuhi kebutuhan dasar membuat karya seninya. Tidak hanya itu, dia bahkan sering memesan tusuk es krim bekas dari petugas kebersihan maupun mencarinya sendiri di TPA (Tempat Pembuangan Akhir).

Khoiri mengaku, dulu profesi ini pernah ia tekuni selama setahun saat berada di Mojokerto. Namun usahanya tidak bertahan lama lantaran banyaknya pesaing. Menanggapi hal tersebut, Khoiri mengaku maklum. Dari segi peralatan saja, ia sudah kalah jauh dari pengusaha kerajinan yang lain. Selain itu para pengrajin miniatur rata-rata sudah menggunakan bahan dasar kayu.

“Di Mojokerto usaha saya tidak bisa bertahan lama karena kalah dari segi peralatan. Selain itu mayoritas pengrajin di sana sudah memakai bahan dasar kayu. Tidak seperti saya yang hanya bermodal tusuk es krim bekas yang saya pungut dari sampah,” katanya. Banyak sudah kerajinan tangan hasil karya Khoiri yang sudah dibeli orang. Biasanya Khoiri melayani pemesanan kerajinan berupa miniatur rumah, perahu, kendaraan, dan miniatur-miniatur lain yang memanfaatkan bahan dasar tusuk es krim.

Tidak hanya bahan dasar miniatur saja yang terbuat dari barang bekas. Kain perca yang digunakan sebagai penghias miniatur buatan Khoiri ternyata juga berasal dari sisa konveksi. “Saya minta sama yang punya konveksi,” imbuhnya.

Khoiri mengungkapkan untuk membuat 1 miniatur saja bisa membutuhkan bahan hingga ratusan tusuk es krim. Dengan modal keuletan, satu persatu tusuk es krim ia susun hingga membentuk suatu miniatur yang indah. Miniatur hasil karyanya yang paling laris dibeli adalah miniatur perahu layar. Dalam sehari biasanya Khoiri sanggup menyelesaikan 2 sampai 3 kerajinan.

Harga yang dibanderol Khoiri juga terbilang sangat murah. satu miniatur, biasanya dijual dengan kisaran harga antara Rp 60 ribu sampai Rp 100 ribu. “Kalau belum dipernis seperti ini, saya jual Rp 60 ribu. Kalau sudah dihias paling mahal saya jual dengan harga Rp 100 ribu,” jelasnya.

Source https://www.adakitanews.com https://www.adakitanews.com/kisah-pemulung-ubah-bekas-tusuk-es-krim-jadi-miniatur-kapal/
Comments
Loading...