Kreasi Kerajinan Nendo Di Bogor

0 222

Kreasi Kerajinan Nendo Di Bogor

Tangan terampil dan telaten Emmy Subagyo mampu mengubah roti tawar basi menjadi benda seni bernilai lumayan tinggi. Limbah roti itu diolah jadi adonan clay, atau biasa disebut “nendo“, yang dipelajari dari Jepang. Ragam nendo karya Emmy bisa dijumpai di rumah makan soto karak miliknya di Jalan Jenderal Sudirman, Bogor, Jawa Barat. Di restoran itu, Emmy memajang aneka lukisan, hiasan dinding, hingga boneka nendo.

Untuk lukisan sakura di Gunung Fuji, Jepang, misalnya, Emmy membutuhkan waktu pengerjaan hingga satu tahun. Setiap kuntum bunga sakura mungil berwarna putih itu dibuat secara telaten. Emmy selalu menyediakan waktu satu jam di pagi hari untuk membuat nendo.

Ia juga membuka kursus nendo bagi masyarakat umum, terutama pada akhir pekan. Emmy membagi keahlian membuat nendo kepada tamu di restorannya. Ia memulai dengan menunjukkan bahan baku nendo berupa roti tawar basi, lem, dan lotion.

Semua bahan itu dicampur menjadi adonan clay sebelum kemudian dibentuk menjadi bunga atau tokoh kartun Angry Bird. Bulatan kecil adonan nendo dipipihkan untuk membuat kelopak bunga. Tujuh kelopak mungil itu lalu disatukan membentuk bunga mawar yang merekah sempurna.

”Pertama kali pasti saya ajari membuat bunga. Bunga paling mudah karena enggak ada dimensi waktunya,” kata Emmy.

Emmy lalu menunjukkan karyanya berupa lukisan senja yang juga dibuat dari nendo. Lukisan tiga dimensi tersebut tampak hidup dan sama sekali tidak memiliki jejak limbah roti tawar. Begitu bersentuhan dengan udara, nendo akan segera mengeras seperti keramik dan bisa bertahan lama.

Agar bisa awet tanpa ditumbuhi jamur, Emmy memiliki resep rahasia dalam pengolahan nendo. Dengan resep temuannya itu nendo bisa bertahan lebih lama dan tidak mudah mengeras. ”Ada perbedaannya dengan nendo asli Jepang. Terutama di bagian finishing,” tambahnya.

Source http://tekno.kompas.com http://tekno.kompas.com/read/2013/03/25/0941462/nendo.karya.seni.dari.roti.basi
Comments
Loading...