Kreasi Kerajinan Pernak-pernik Natal Di Magelang

0 253

Kreasi Kerajinan Pernak-pernik Natal Di Magelang

Jelang Natal, permintaan pernak-pernik untuk perayaan hari besar tersebut mengalami peningkatan. Hal itu dirasakan oleh pengrajin patung dan miniatur Natal dari Muntilan, Ignatius Purwono

Warga Dusun Jomboran, Desa Jomboran, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang itu memang menjadi salah satu dari sekian banyak perajin miniatur patung. Di desanya, Purwono bahkan menjadi satu-satunya pengrajin yang masih menekuni usaha tersebut.

“Dulu, selain saya, ada 2 orang lain yang juga memiliki usaha pembuatan miniatur patung untuk perayaan Natal. Namun saat ini hanya tinggal saya,” jelas Purwono di rumahnya.

Dia menyebutkan, miniatur yang dibuatnya khusus bertemakan Natal. Patung-patung tersebut mengisahkan tentang kelahiran Isa Almasih.  “Bahan dasar patung ini adalah tanah liat, seperti bahan pembuatan gerabah. Selain itu, juga menggunakan semen putih,” jelas Purwono. Proses pembuatan dimulai dengan pencetakan patung menggunakan alat cetak khusus. Bentuk cetakan beragam, mulai dari domba, patung bunda Maria, hingga Isa Almasih.

“Setelah selesai dicetak kemudian dijemur supaya patung tersebut kering. Setelah kering baru diwarnai,” terangnya.

Menurut Purwono, dirinya menghadapi kendala dalam pembuatan miniatur akhir-akhir ini lantaran musim hujan yang tak bisa diprediksi. Kondisi tersebut membuat patung yang sudah dicetak menjadi lebih lama dalam proses pengeringan.

Untuk mengatasi hal tersebut, Purwono, memulai proses produksinya sejak awal tahun guna menyimpan stok hingga menjelang Hari Natal. Jika di hari biasa pesanan tak menentu, tapi menjelang Natal dia bisa menerima pesanan 300-500 set patung. Setiap setnya terdiri dari 15 patung.

Harga dan ukuran dari miniatur patung yang dibuat oleh Purwono beragam. Untuk satu set patung dengan tema natal dihargai Rp 60.000, patung bunda Maria dengan tinggi 30 centimeter seharga Rp 30.000, sedangkan untuk patung bunda Maria setinggi 1,5 meter bisa mencapai harga Rp 2 juta. “Bahan dasar patung turut mempengaruhi harga. Untuk bahan dasar semen putih bisa lebih mahal, karena lebih awet dan lebih kuat,” jelasnya.

Sejauh ini, banyak pelanggan yang terus membeli kerajinan karya Purwono menjelang Natal. Di antaranya dari Muntilan, Magelang, Sendang Sono, Yogyakarta, Sulawesi, bahkan hingga Papua. Meski hanya meraup keuntungan pada momen-momen tertentu saja, namun Purwono mengaku tetap mempertahankan usaha turun temurun dari ayahnya itu. Usaha tersebut juga terus bertahan hingga 25 tahun terakhir. “Hingga saat ini juga masih saja ada permintaan dari pembeli. Usaha ini masih akan saya pertahankan,” tandas Purwono.

Source https://news.detik.com https://news.detik.com/berita-jawa-tengah/d-3777460/pengrajin-pernak-pernik-natal-dari-muntilan-kebanjiran-pesanan?_ga=2.118602377.1231937105.1524013499-1302190192.1524013499
Comments
Loading...