Kreasi Kerajinan Plastik Di Karangasem, Bali

0 234

Kreasi Kerajinan Plastik Di Karangasem, Bali

Bagi seorang seniman, tidak ada penghalang dalam berkreasi. Meski dalam kondisi sakit sekalipun, tidak akan menjadi penghalang untuk berkreasi bahkan untuk menciptakan karya seni yang terbilang luar biasa.

Seperti yang dilakukan I Gusti Lanang Mantra, bisa dibilang seorang seniman yang serba bisa. Pria asal Desa Menanga, Rendang, Karangasem ini, justru mampu menciptakan karya seni dengan kreasi yang luar biasa. Hebatnya lagi, ide-ide briliannya justru muncul ketika dirinya mengalami sakit keseleo pada bagian kaki, yang memaksanya harus diam di dalam rumah sekitar satu bulanan.

Mantra sendiri sebelumnya dikenal dengan kepiawaiannya sebagai pelukis dan fotografer. Seluruh kemampuannya itu diperoleh secara otodidak alias belajar sendiri. Selain kemampuannya mengolah kuas dan lensa, ternyata Mantra juga seorang disainer.

Di luar aktivitasnya sebagai pelukis dan fotografer, ternyata belakangan ini Mantra mulai menekuni keahliannya sebagai disainer dengan menciptakan kreasi busana berbahan dasar sampah plastik dan koran bekas. Karya terbarunya adalah sebuah patung “Devil” yang terbuat dari sampah plastinya.

Karya Devil ini, sempat dipamerkan di Warung Tekor, Desa Wisata Kertalangu. Ayah dua putri satu putra ini mengakui kalau dirinya gatal jika melihat sampah plastik dan barang bekas. “Begitu melihat kardus bekas di sekitar rumahnya, saya langsung tertarik menjadikan bahan bahan seni,” ujarnya.

Kertarikan Mantra menjadikan plastik dan sampah sebagai karya seni, bermula dari rasa kepedulianya terhadap lingkungan. Menurutnya, sampah plastik seperti yang diketahui sangat sulit bisa terurai dengan tanah. Paling tidak dengan dijadikan sebuah karya seni maka mampu mengurangi beban bumi terhadap pencemaran sampah plastik.

Selain itu, dirinya juga aktif sebagai aktivis pecinta lingkungan. Mantra bersama komunitasnya seringkali turun langsung seperti di pantai dan tempat lainnya untuk melaksanakan bersih-bersih sampah plastik.

Sementara itu, total ada sekitar 10 buah hasil karya terbarunya yang berhasil diciptakan pada saat mengalami sakit pada kakinya tersebut. Hanya saja, terciptanya karya karya seni itu menurut Mantra keluar dengan spontan, tergantung ‘mood’ yang dirinya rasakan.

Beberapa hasil karya ciptaannya kerap dipamerkan. Salah satu karya seni daur ulangnya sempat ditampilkan di Madam Restoran, Renon, yakni karyanya yang diberi julukan Cleopatra dan Medusa. Dikatakan Mantra, karya karyanya itu juga selalu siap tampil terlebih untuk acara amal kemanusiaan.

Source https://www.balipuspanews.com https://www.balipuspanews.com/seniman-lanang-mantra-ubah-plastik-jadi-karya-kreatif.html
Comments
Loading...