Kreasi Kerajinan Replika Dari Kayu Di Sendangagung

0 261

Kreasi Kerajinan Replika Dari Kayu Di Sendangagung

Menjadi tenaga kerja lepas bidang interior di kota besar di Surabaya, dapat memberi dampak ganda bagi seseorang yang memiliki jiwa wirausaha kreatif. Pribadi itu dimiliki Pak Yanto, seorang lelaki asal Surabaya yang menikah dengan warga Dusun Semerek Desa Sendangagung Kec. Paciran Lamongan, yang hasil karyanya berupa miniatur mobil klasik, Tossa, Pigura dg Cendela terbuka, pigura berpadu dengan kapal pinisi , kapal pinisi dengan berbagai ukuran, kotak tisu, asbak dan lain-lain, menjadi buruan banyak orang.

Sosok pribadi Pak Yanto yang bersahaja, sekilas tidak menampakkan diri sebagai seorang kreator yang terampil menciptakan karya seni bernilai ekonomi tinggi. Lelaki berperawakan 165-an sentimeter itu, di tahun 2015 memutuskan untuk mengakhiri pekerjaan lepasnya untuk merintis usaha mandiri. Dengan modal kurang dari 1 juta denga peralatan manual, Pak Yanto merintis usaha kerajinan kayu mainan anak-anak yang berbentuk miniatur mobil, motor dan lain-lain.

“Di daerah Dusun Semerek Desa Sendangagung banyak limbah kayu dari industri pembuatan kempusan emas. Saya berpikir, limbah itu bisa dirangkai untuk kerajinan tangan bernilai tinggi, seperti mobil-mobilan, tossa, pigura, kapal pinisi, kedepan dia berharap ada anak-anak yang mau belajar membuat kerajinan seperti ini, seperti ditempat-tempat lain untuk mengisi waktu senggang mereka usai sekolah, belajar sambil membuat mainan plus dapat upah,” ujarnya kepada kami, di rumahnya, Dusun Semerek RT 3 RW 01 Desa Sendangagung.

Tempat tissu dengan rool, terbuat dari kayu serpihan kempusan yang tidak terpakai Pasar hasil kerajinan limbah kayu yang diciptakan Pak Yanto, menurut ayah dua anak itu masih sekitarnya saja, seperti WBL, Mazola dan Wisata Religi Sunan Drajat. Dalam satu bulan Omzet baru sekitar 500 ribu hingga 1.500.000,-“ Alhamdulillah dari sekian itu berputar. Apalagi bila menjelang liburan sekolah Omzetnya semakin bertambah, dalam satu minggu bisa menghasilkan hingga 60 produk dengan berbagai varian,” ujarnya

“Di antara hasil kerajinan kayu, termasuk kerajinan fungsional seperti tempat tisu, asbak rokok dan sebagainya, miniatur yang paling diminati pembeli adalah Kapal pinisi ukuran kecil plus pigura diatasnya dengan harga Rp. 20.000 – 30.000 di pasaran, rata-rata harga produknya berkisar antara Rp. 20.000,- hingga Rp. 90.000 dan yang paling mahal Rp. 250.000 untuk kapal pinisi ukuran jumbo“  tutur  Pak Yanto lagi.

Asbak rokok dari serpihan kayu yang tak berguna, menjadi bernilai estetik. Seiring meningkatnya permintaan hasil kerajinan yang dipasarkan di obyek-obyek wisata, seperti WBL, Mazola dan Wisata Religi Sunan Drajat, Yanto tidak bisa lagi mengandalkan bahan baku limbah yang jumlahnya terbatas. Dia kini juga membeli kayu-kayu kiloan dengan warna dan teksturnya yang unik, dari afkiran yang tidak diterima industir mebel di Surabaya.

Yanto berharap suatu saat dapat berkembang dengan merekrut tenaga kerja dari masyarakat sekitar, sehingga dapat meningkatkan omzet dan permintaan pasar yang belum terpenuhi.

Source http://sendangagung-lamongan.desa.id http://sendangagung-lamongan.desa.id/2016/03/21/handycraft/
Comments
Loading...