Kreasi Kerajinan Rotan Di Lapas Bandung

0 275

Kreasi Kerajinan Rotan Di Lapas Bandung

Kerajinan rotan hasil karya narapidana Lembaga Pemasyarakatan kelas IIA Banceuy Bandung, Jawa Barat diekspor ke Eropa dan Timur Tengah. Hasil karya yang memanfatkan rotan sintetis ini dikirim ke Perancis, Jerman, Belanda dan Italia.

Direktur Pembinaan Narapidana dan Latihan Kerja Produksi pada Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Harun Sulianto mengatakan sebanyak 10 lembaga pemasyarakatan (lapas) dan rumah tahanan (rutan) di Indonesia berhasil melakukan ekspor hasil karya para narapidana (Napi) ke berbagai negara.Kesepuluh lapas itu adalah Lapas Kelas I Surabaya di Porong, Lapas Kelas I Cirebon, Lapas Narkotika Kelas IIA Cirebon, Lapas Kelas IIA Banceuy Bandung, Lapas Kelasl IIA Ambarawa, Lapas Kelas IIA Pontianak, Lapas Perempuan Kelas IIA Semarang, Lapas Kelas IIB Banyuwangi, Lapas Kelas IIB Toli-Toli, dan Rutan Kelas I Cipinang.

“Sepuluh lapas dan rutan ini berhasil melakukan pembinaan terhadap narapidana karena hasil karya para narapidana tersebut diekspor ke berbagai negara,” kata Direktur Pembinaan Narapidana dan Latihan Kerja Produksi pada Diretorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Harun Sulianto dalam siaran pers. Lapas Kelas I Surabaya di Porong mengekspor meubel ke Eropa, Lapas Kelas IIB Banyuwangi mengekspor kerajinan kayu ke Jepang dan Korea Selatan. Lapas Kelas I Cirebon, Lapas Narkotika Kelas IIA Cirebon, dan Lapas Kelas IIA Banceuy Bandung mengekspor kerajinan rotan sintesis ke Perancis, Jerman, Belanda, Italia, dan Timur Tengah.Selanjutnya Lapas Kelas I Cirebon mengekspor bola kaki ke Brazil.

Lapas Kelas IIA Ambarawa mengekspor sarung softball ke Eropa. Lapas Perempuan Kelas IIA Semarang mengkespor tas, batik, dan payet ke Jerman.Lapas Kelas IIA Pontianak hasil ekspornya berupa tikar kayu ke Malaysia. Lapas Kelas IIB Toli Toli mengekspor meja catur ke Amerika, Saudi Arabia dan Inggris dan Rutan Kelas I Cipinang mengekspor tas kulit ke Dubai serta Jepang.”Sebagian besar karya yang diekspor tersebut berkat kerja sama yang baik dengan pihak ketiga yang bermitra. Mereka melatih narapidana secara bertahap dan berkesinambungan.

Jika hasil karyanya sudah layak jual, maka narapidana mendapat premi dari pihak ketiga tersebut,”tambah Harun.Terkait itu Ditjen PAS terus meningkatkan jumlah narapidana yang bekerja di sektor produktif. Saat ini tercatat 550 narapidana sudah ahli mengerjakan produk ekspor di 10 lapas tersebut.Untuk mengenalkan hasil karya narapidana, pihak lapas selalu mengikuti pameran bekerja sama dengan beberapa pihak sehingga tersedia ruang pamer hasil karya narapidana di Galeri Sarinah Mall lantai 5, Gedung Smesco Jakarta, dan Terminal 3 Ultimate keberangkatan domestik Bandara Internasional Soekarno Hatta yang difasilitasi PT Angkasa Pura.Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pemasyarakatan Ma’mun mengatakan pembinaan narapidana merupakan bekal agar mereka dapat berintegrasi ke masyarakat, menjadi manusia pembangunan yang aktif dan produktif, serta kembali menjadi warga yang bertanggung jawab.

“Dengan bekerja, narapidana termotivasi hidupnya, dapat mengaktualisasikan diri, makin kreatif dan inovatif, serta menimbulkan kebanggaan diri karena adanya pengakuan sosial terhadap hasil karyanya,” tandas Ma’mun.

Source http://rilis.id http://rilis.id/kerajinan-rotan-karya-narapidana-bandung-diekspor-ke-eropa-dan-timur-tengah.html
Comments
Loading...