Kreasi Kerajinan Sikat Di Medan

0 265

Kreasi Kerajinan Sikat Di Medan

Tekanan sering kali membuat orang lebih kreatif. Mereka harus memutar otak mencari jalan agar tetap dapat bertahan. Seperti yang dialami Susanto, pemilik CreaBrush di Medan. Impitan ekonomi justru membuat usahanya semakin berkembang.

Pria 46 tahun itu bercerita, awalnya usaha pembuatan sikat ijuk miliknya mengalami penurunan. Hal itu disebabkan masyarakat telah beralih menggunakan sikat berbahan dasar plastik. Sepinya pesanan, sementara para karyawannya harus terus digaji, memaksa Susanto memikirkan jalan lain. Bagaimana pun caranya, persediaan sikat ijuknya harus tetap habis terjual.

Akhirnya Susanto mendapatkan ide membuat kerajinan dari produk sikatnya. “Pesanan sikat mulai turun, sementara karyawan butuh gaji. Jadi, saya cari ide untuk membuat sikat pakaian tetap eksis. Saya ubah jadi kerajinan,” ujarnya. Kerajinannya pun kini menjadi salah satu oleh-oleh khas Medan.

Sikat ijuk ia olah menjadi beragam jenis bentuk, seperti hewan, mobil, sepeda, motor, bahkan lukisan. Dari satu sikat dengan modal lima ribu rupiah, Susanto bisa menjual produknya kembali seharga Rp 50 ribu.

Menurut Susanto, ide membuat kerajinan hias dari sikat pakaian tersebut adalah yang pertama di Indonesia. Untuk itulah ia aktif mengikuti berbagai pameran agar karyanya dapat diperkenalkan lebih jauh.

Siapa sangka sikat bisa jadi lukisan? Gradasi warna sepia didapat dari warna asli sabut kelapa itu sendiri. Kuning dari sabut kelapa muda, cokelat dari sabut kelapa sedang, cokelat tua dari sabut kelapa tua, dan hitam dari ijuk (pohon aren, biasa digunakan untuk sapu). Pengerjaan lukisan memakan waktu seminggu, untuk satu sketsa wajah. Harganya sekitar dua sampai lima juta rupiah, dengan ukuran minimal 70 cm x 45 cm.

Selain menjual barang secara langsung di berbagai pameran, kerajinan sikat Susanto juga dapat dipesan secara daring melalui Facebook page CreaBrush Indonesia. Seringnya mengikuti berbagai pameran membuka kesempatan bagi hasil karya Susanto dijual di toko-toko suvenir luar kota Medan. Orang asing pun juga berminat membelinya, baik satuan maupun grosir.

“Pernah ada kerja sama dengan pengusaha dari Italia dalam jumlah besar untuk dijual kembali di sana. Sekarang sedang dalam proses negosiasi dengan pengusaha Brasil yang mau menjual produk kami juga,” tutupnya.

Source https://merahputih.com https://merahputih.com/post/read/sikat-pakaian-tak-laku-disulap-jadi-kerajinan-dan-lukisan
Comments
Loading...