Kreasi Kerajinan Souvenir Karya Lapas Di Semarang

0 143

Kreasi Kerajinan Souvenir Karya Lapas Di Semarang

Hidup di penjara tak menghalangi puluhan narapidana wanita atau warga binaan pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Bulu Semarang, berkreasi. Mereka menuangkan kreatifitas melalui bengkel kreatif yang disiapkan pihak lapas.

Mawar, sebut demikian namanya, tampak sibuk menjahit untuk menyelesaikan sebuah sajadah kreasi anak-anak. “Tidak semua membuat sajadah. Ada yang membuat bantal, dompet, tas, boneka, dan batik,” ujarnya.

Mawar bersyukur mendapatkan pembinaan membuat kerajinan dari pihak Lapas. Ia berharap ketika nanti keluar penjara, keahlian menjahit bisa menjadi modal untuk berwirausaha.

“Saya berharap bisa dapat remisi dan cepat keluar dari sini. Lalu berwirausaha dengan keahlian yang saya peroleh di sini,” ujar wanita yang terjerat kasus narkoba.

Tak hanya memproduksi sendiri, beberapa karya pakaian batik juga ditampung seorang perancang batik terkenal Indonesia yang menjadi kerajinan bernilai jual tinggi. “Produk batik kami bisa dijual sampai Rp 800 ribu,” ujarnya.

Harga produk warga binaan bervariasi, mulai Rp 6 ribu hingga ratusan ribu. “Goodie bag Cuma Rp 6 ribu, dompet ada yang Rp 80 ribu. Kalau sajadah bisa Rp 210 ribu,” kata Mawar.

Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A, Bulu Semarang, Rosnaida mengatakan kebanyakan produk warga binaan dibeli pengunjung lapas. Selain itu, juga ada sebuah toko di sekitar kawasan Old Town Semarang.

“Agar warga binaan semakin terasah kreatifitasnya mereka harus tetap produksi. Jadi kami harap bisa dibantu pemasaran produk-produk hasil warga binaan,” ujarnya.

Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita G Rahayu menyempatkan hadir ke bengkel kreatif. Ita, sapaan akrab Hevearita mengaku takjub dengan hasil kreatifitas warga binaan.

“Saya tidak menyangka mereka mampu menghasilkan produk-produk yang menurut saya kualitas tidak kalah jauh dengan produk-produk sejenis. Bahkan lebih bagus. Mereka kreatif bisa memproduksi bermacam-macam produk,” ujarnya.

“Kami punya Semarang Gallery UMKM di Old Town Semarang. Saya akan koordinasi dengan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro untuk membina dalam pengemasan produk. Produk harus dikemas yang baik agar menarik minat pembeli,” ujarnya.

Tak hanya itu, Ita juga akan berencana membawa produk warga binaan ke Belanda, 25 Mei mendatang. “Saya berencana akan ke Belanda dan saya tertarik membawa beberapa contoh produk mereka untuk dikenalkan sekalian promosi,” ujarnya.

Source http://jateng.tribunnews.com http://jateng.tribunnews.com/2017/04/21/keren-meski-hidup-dipenjara-warga-binaan-lapas-bulu-semarang-mampu-memproduksi-kerajinan
Comments
Loading...