Kreasi Kerajinan Sulaman Di Blitar

0 261

Kreasi Kerajinan Sulaman Di Blitar

Memutuskan untuk keluar dari pekerjaan memanglah bukan hal yang mudah, apalagi jika keputusan tersebut belum dilengkapi dengan rencana atau planing ke depannya. Namun, resign dari satu pekerjaan guna mengasah kegemaran yang berujung pada pundi-pundi penghasilan menjadi keuntungan sendiri. Seperti yang dilakukan oleh Sujiati, wanita kelahiran Blitar, 45 tahun silam ini yang memilih untuk menyudahi sebagai pegawai swasta setelah 13 tahun lamanya mengabdi. Dia, memilih untuk berhenti lantaran ingin memberikan waktu lebih kepada anak-anaknya.

Sujiati mengaku sangat menggemari menyulam, meski hanya sebatas senang pada akhirnya dirinya memaksimalkan kegemarannya tersebut untuk meraup banyak untuk, yakni membuat beberapa produk sulam yang berbahan baku kain. Memulai sejak 2012, produk kerajinan tangannya itu mulai dari dompet, tas, hiasan dinding, taplak meja, sarung bantal kursi, hingga selimut untuk tidur atau bedcover.


Dia mengaku, pada awal memulai produksi kerajinan tangan ini sulit untuk menjualnya. Namun, seperti gayung bersambut produknya tersebut dijual oleh tetangganya yang notabene selalu mengantar dan menunggu anaknya sekolah. Produk kerajinan tangannya ini mulai ditawarkan kepada para ibu-ibu yang mengantar anak, dan mulai laku keras. “Mulai dari situ, temannya tetangga saya itu jual lagi ke teman-temannya, dan saya juga coba jual di media sosial seperti facebook,” ungkap dia. Mulai mendapatkan pesanan yang cukup banyak, pada akhirnya Sujiati juga memutuskan untuk merekrut tenaga kerja yang berasal dari lingkungan tempat tinggalnya. Setidaknya sampai saat ini, sudah terdapat 5 orang penyulam, dan 2 orang penjahit.

Mengenai untuk keuntungan atau omzet yang didapatnya hingga saat ini berkisar Rp 35 juta per bulan atau jauh lebih tinggi dibandingkan penghasilan semasa masih menjadi pegawai swasta. Sujiati memastikan, bahwa apa yang didapatnya saat ini telah melalui berbagai macam masalah, seperti lambannya pelunasan dari para pembeli. Pasalnya, orang yang berusaha itu membutuhkan dana untuk mengembangkan bisninya. Wanita yang akrab disapa Ati ini mengatakan, produk sulam hasil kerajinan tangannya ini selain terus ikut pameran-pameran yang diselenggarakan pemerintah juga dijual secara online.

“Suami saya juga memberikan suport ke saya, ketika saya memutuskan untuk berjualan, karena dia yang antar beli kain, dan apalagi mengetahui produk yang dibuat merupakan kerajinan tangan,” tukas dia.

Source https://finance.detik.com https://finance.detik.com/solusiukm/d-3725961/mantan-karyawan-ini-sukses-bisnis-sulaman-beromzet-rp-35-jutabulan
Comments
Loading...