Kreasi Kerajinan Tanaman Purun di Ogan Hilir

0 317

Kreasi Kerajinan Tanaman Purun di Ogan Hilir

Kabupaten Ogan Ilir (OI), Sumatera Selatan, memang terkenal sebagai daerah pengrajin. Tak cuma pengrajin kayu, batu, emas, besi atau pun alumunium, sebagian masyarakat di OI juga ada yang mendapat penghasilan dari tanaman purun. Salah satu kelompok pengrajin yang mengolah purun menjadi barang bernilai ekonomis adalah di Desa Tanjung Atap, Kecamatan Tanjung Batu, Kabupaten OI.

Di tangan para pengrajin di desa ini, tanaman purun disulap menjadi tikar, tas, kipas, sendal dan berbagai macam bentuk kerajinan tangan lainnya. Purun merupakan jenis tumbuhan rumput yang hidup liar di dekat air atau daerah rawa. Di Kabupaten OI, purun memang mudah ditemukan, karena banyak tumbuh di sekitar lahan warga. Dalam proses pengolahan purun untuk dijadikan bahan kerajinan, purun harus diolah terlebih dahulu menjadi bahan baku.

Purun terlebih dahulu dijemur sampai kering, kemudian bagian pangkal dan ujung dibersihkan dengan cara dipotong. Purun kemudian diberi warna dengan cara direndam ke dalam air panas yang telah diberi pewarna. Setelah diwarnai, purun kembali dijemur sampai kering agar warna tidak mudah luntur. Selanjutnya, purun ditumbuk agar pipih, dan siap dijadikan bahan baku kerajinan tangan.

Sebabnya, kemampuan desain yang dimilki para pengrajin tidak mendukung. Selain itu juga, dari sisi pemasaran kalah dengan produk tikar plastik yang ramai dijual di pasaran. Menurut Karyani, anyaman tikar yang berbahan dasar purun itu dianyam dan dirajut menjadi sebuah hamparan tikar yang berukuran 1,5 x 2,5 meter.

“Selembar tikar diperlukan modal senilai Rp 16 ribu. Sementara setelah barang tersebut sudah jadi, hanya bisa terjual antara Rp 20 ribu- Rp 25 ribu per lembarnya,” katanya.

Kelompok kerajinan yang berjumlah 20 pengrajin ini berusaha hidup dan berkembang dengan tampilan desain-desain baru. Lembaran tikar tersebut dimodifikasi dan di desain menjadi berbagai produk, baik itu corak, motif, pewarnaan dan lain sebagainya. Misalnya tas, sendal, sajadah, dompet, kotak tisu, kipas, sandaran kursi, tempat Hp, kotak pensil, mainan kunci dan beragam bentuk kerajinan lainnya. Harga jual yang ditawarkan dari hasil kerajinan anyaman tikar berbahan dasar purun itu bervariasi. Satu tas tangan dan tas jinjing perempuan antara Rp 75 ribu – Rp 150 ribu, sajadah Rp 30 ribu, dompet Rp 25 ribu-Rp 45 ribu dan sendal Rp 15 ribu-Rp 20 ribu.

Source http://www.tribunnews.com http://www.tribunnews.com/travel/2015/08/11/perajin-di-ogan-ilir-sulap-tanaman-purun-jadi-beragam-souvenir-cocok-untuk-oleh-oleh?page=3
Comments
Loading...