Kreasi Lampu Hias Bahan Limbah Kayu Di Sukabumi

0 969

Kreasi Lampu Hias Bahan Limbah Kayu Di Sukabumi

Di tangan orang yang kreatif, barang apa saja bisa bernilai bisnis tinggi. Rudianto Handojo melihat peluang bisnis dari limbah kayu yang terbuang dengan menyulapnya menjadi lampu penghias ruang yang cantik dan indah. Produk bikinannya kebanyakan dihargai oleh kalangan ekspat. Ia memulai usahanya di bengkel rumahnya di Sukabumi, Jawa Barat.
Lampu hias dari kayu limbah. Selain mampu menerangi setiap sudut ruangan, lampu-lampu artistik yang terbuat dari kayu (limbah) sengon, pinus, rami, sungkai, dan mahoni ini juga dapat memperindah ruangan-ruangan nan mungil sebuah rumah.
Untuk bahan bakunya, Rudy pun berburu sisa-sisa kayu sengon ke Sukabumi, limbah kayu rami di Klender, potongan-potongan tak terpakai kayu sungkai dari beberapa industri pembuatan furniture, dan sisa-sisa kayu pinus sebagai hasil pemotongan kayu legal yang dilakukan Perhutani.
Lampu-lampu handmade ini dijual dengan harga Rp150 ribu–Rp900 ribu. Penetapan harga ini bukan terletak pada ukuran lampu, melainkan pada penggunaan bahan baku dan mood. “Dalam arti, kalau saya merasa kreasi saya ini indah meski gampang dibuatnya, harga mahal. Harga berdasarkan mood atau nilai seninya,” ucapnya.
Dalam sebulan, Rudy yang menitipkan hasil karyanya di sebuah outlet di Kemang mampu menjual 5–15 lampu atau menerima pemesanan hingga 40 lampu. Karena itu, per bulan dia mencetak omset penjualan sekitar Rp20 juta.
Source Kreasi Lampu Hias Bahan Limbah Kayu Di Sukabumi Kreasi Lampu Hias Bahan Limbah Kayu Di Sukabumi
Comments
Loading...