Melestarikan Budaya Lewat Kerajinan Wayang Kardus Di Bulukerto

????????????????????????????????????
0 356

Melestarikan Budaya Lewat Kerajinan Wayang Kardus Di Bulukerto

Tumpukan wayang dengan berbagai macam karakter tokoh memenuhi rumah Giyarto, warga Jomblang RT 3/RW II Desa Ngaglik, Kecamatan Bulukerto, Wonogiri. Pria paruh baya itu memang dikenal sebagai perajin wayang kardus.

“Wayang kulit sebenarnya saya juga bisa bikin, tetapi harganya mahal. Kalau dari kardus memang mudah rusak, tetapi semua kalangan bisa memainkan, anak-anak bisa, dewasa juga bisa, buat hiasan dinding juga tidak kalah bagus,” ujarnya.

Giyarto mengaku sebelumnya berjualan bakso di Jakarta, setelah gagal mengais rezeki di ibukota ia memutuskan pulang kampung. Tahun 1985, pria yang sejak kecil bergelut dengan seni karawitan dan gemar mendengarkan wayang kulit itu lantas belajar menatah wayang kardus dari tetangganya. Dalam hitungan 11 hari ia dapat menghasilkan karya wayang kardus yang bagus. Dari 100 kilogram kardus snack setidaknya dapat dihasilkan 250 wayang.

Namun diakui saat itu wayang kardus belum dapat diandalkan untuk hidup sehari hari. Satu kodi wayang kardus hanya Rp 8.000 hingga Rp 10.000 rupiah. Bahkan anaknya terpaksa putus sekolah setelah lulus SMP. Beruntung, wayang kardus mulai lambat laun dihargai. Satu kodi wayang kardus saat ini dengan berbagai macam karakter dijualnya seharga Rp 120.000 hingga Rp 150.000, tergantung besar kecilnya ukuran. Pundi-pundi rupiah pun mengisi kantongnya hingga usaha tersebut diteruskan kedua anaknya.

“Banyak tetangga dan sesama perajin yang bilang saya sudah sukses, tetapi saya rasa belum. Saya menekuni wayang kardus ini untuk melestarikan tradisi dan mengurangi pengangguran, dan itu belum sepenuhnya tercapai,” katanya.

Aris putra Giyarto mengatakan, dalam dua minggu dapat menghasilkan 250 wayang kardus. Dalam satu bulan ia mendapat omzet Rp 3 juta. Bahkan ia pernah mencapai omzet besar saat mengirim ke Prancis, yang mencapai omzet sebesar Rp 9 juta. Sedangkan untuk di dalam negeri penjualan wayang kardus telah tersebar di beberapa kota, seperti Solo, Klaten, Sukoharjo, Boyolali, Karanganyar, Salatiga, Blitar, Ponoroga dan sejumlah kota lainnya.

Giyarto mengungkapkan, di Bulukerto setidaknya terdapat 40 perajin wayang kardus. Namun demikian, perhatian pemerintah daerah pada perajin wayang kardus belum sepenuhnya dapat dirasakan. Kredit usaha rakyat (KUR) dengan bunga ringan dinilai memberatkan perajin. Sebab barang yang dibuat belum laku terjual, perajin harus terbebani bunga.

Source http://dok.joglosemar.co http://dok.joglosemar.co/baca/2015/12/17/perajin-wayang-kardus-giyarto-ingin-menjaga-kelestarian-budaya.html
Comments
Loading...