Mengolah Limbah Botol Plastik Menjadi Kerajinan Piring Buah Di Bantul

0 375

Mengolah Limbah Botol Plastik Menjadi Kerajinan Piring Buah Di Bantul

Kreativitas membuat sesuatu yang tak berguna menjadi barang bernilai ekonomi dan seni tinggi. Dengan kreativitas plus ketrampilan yang memadai, suatu barang yang tak bernilai menjadi sesuatu yang indah.
Piring atau tempat buah hasil kreatifitas ibu-ibu di RT 05 Dusun Ceme, Desa Srigading, Kec Sanden, Kab Bantul.
Selain mengubah kantong plastik kresek menjadi bunga hias dan bros yang indah, mereka juga membuat botol plastik bekas minuman ringan menjadi piring atau tempat buah yang indah. “Mungkin tidak percaya kalau piring ini terbuat dari botol bekas minuman ringan ‘ale-ale’. Ini menjadi indah dan diminati banyak pengunjung berkat kreativitas dan tangan-tangan trampil ibu-ibu di RT sini,” kata Slamet, Direktur Bank Sampah Alam Lestari, di RT 05 Dusun Ceme, Desa Srigading, Kec Sanden, Kab Bantul.
Produk kerajinan tangan para ibu yang semuanya berbahan baku barang bekas itu dipajang rapi di sebuah etalase rumah mantan Kepala Dukuh Ceme, yang juga menjadi ‘kantor” Bank Sampah Alam Lestari. Setiap pengunjung yang datang untuk belajar dan studi banding selalu menyempatkan diri melihat, belajar, dan membeli barang-barang kerajinan yang indah tersebut.
Menurut Slamet, kreativitas dan keterampilan yang dimiliki ibu-ibu di Dusun Ceme maupun keberadaan bank sampah cukup membuat lingkungan menjadi bersih. Tidak ada lagi sampah-sampah barang bekas produk pabrik yang berserakan, karena semuanya dikumpulkan lalu ditabung di bank sampah, dan sebagian diolah menjadi produk kerajinan bernilai ekonomi dan seni tinggi.
Drs Sutanto, warga Dusun Ceme lainnya yang juga menjadi Guru MTsN 5 Bantul, mengatakan karena belum ada kios atau toko khusus untuk memajang produk-produk kerajinan hasil karya ibu-ibu di Dusun Ceme, maka barang-barang tersebut dipajang di etalase. Dan setiap ada pengunjung yang datang langsung melihat hasil karya kreatif para ibu sambil mempelajari proses pembuatannya, mulai dari mengenal bahan baku, hingga proses pengolahan bahan baku barang bekas tersebut menjadi produk kerajinan.
“Meski baru sekitar dua tahun, sudah cukup banyak yang datang berkunjung ke sini untuk belajar cara membuat produk kerajinan dari barang bekas atau sampah. Mereka juga memborong produk kerajinan karya ibu-ibu di sini,” kata Sutanto. Menurut Sutanto, keberhasilan bank sampah antara lain berkat bimbingan dari UGM, yang aktif membina pengelola. Sementara, kreativitas dan keterampilan kaum ibu untuk membuat kantong plastik kresek bekas maupun botol plastik bekas minuman ringan produk pabrik, antara lain berkat pelatihan yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Bantul.
“Meski cuma sekali ikut pelatihan, tapi ibu-ibu sudah bisa membuat produk kerajinan seperti ini,” kata Sumartanti, salah seorang pembuat bunga hias dan bros yang indah dari kantong plastik kresek bekas. Mereka berharap ada dukungan nyata dari pemerintah, antara lain dalam hal pemasaran dan promosi produk tersebut, agar semakin banyak yang laku terjual. “Selama ini promosi dan penjualan baru sebatas diikutsertakan dalam pameran, tapi belum disediakan tempat khusus untuk memajang atau tempat jual produk-produk kami,” kata Tanti-sapaan akrab Sumartanti.
Source https://kumparan.com https://kumparan.com/tugujogja/mengolah-botol-plastik-bekas-menjadi-piring-buah-yang-indah
Comments
Loading...