Pameran Kerajinan Songket Di Sawahlunto

0 198

Pameran Kerajinan Songket Di Sawahlunto

Sawahlunto International Songket Carnival (SISCa) bukan saja sebagai ajang promosi produk kerajinan songket asal Sawahlunto, Sumatera Barat, melainkan membuka jaringan pasar bagi pelaku UMKM daerah itu.

Kepala Bidang Perindustrian dan Perdagangan Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan Gustaf di Sawahlunto, menyebutkan SISCa telah digelar sejak 2015 dan 2017 merupakan tahun ketiga. SISCa 2017 digelar pada 25 hingga 27 Agustus.

Dia menyebutkan sejumlah ragam acara digelar pada SISCa 2017, salah satunya adalah pameran kerajinan songket hingga turunannya mulai dari tas, dasi, topi maupun baju yang digelar di Gedung Pusat Kebudayaan Sawahlunto dari 25 hingga 27 Agustus 2017.

Dalam pameran songket ini, peserta pameran bukan saja berasal dari Sawahlunto melainkan dari luar daerah dan provinsi.

“Setidaknya 30 lebih perajin songket dari Sawahlunto serta kabupaten/kota di Sumbar dan luar provinsi seperti Kabupaten Batu Bara Sumut, Kabupaten Sambas, Kalimantan Timur, Aceh ikut dalam pameran ini,” ujarnya.

Dengan kehadiran perajin songket asal luar daerah itu, sebutnya para perajin songket asal Sawahlunto bisa berbagi ilmu dan membuka pasar.

“Setidaknya perajin songket Sawahlunto bisa belajar seperti pewarnaan serta motif dan membuka pasar melalui perajin asal luar provinsi tersebut,” ujarnya.

Selama SISCa digelar sejak 2015, sebutnya telah membuka pasar songket hingga keluar negeri, bahkan melalui tangan perancang busana Feni Mustafa melalui brandnya Shafira menjadikan songket Sawahlunto sebagai ikonnya pada 2016 dan membawanya pameran hingga ke Amerika, jelasnya.

Selain melalui pagelaran bertaraf internasional seperti SISCa, pemerintah setempat juga memperkenalkan songket Sawahlunto di sejumlah pameran baik bertaraf regional maupun nasional.

Pemerintah setempat, imbuhnya juga menelurkan kebijakan agar para pejabat menggunakan baju songket ketika melakukan tugas keluar daerah, baik ke Kementerian atau acara lainnya.

Pemkot Sawahlunto, imbuhnya kini tengah menyelesaikan pembangunan tahap akhir pasar songket untuk mengakomodasi para pedagang songket di daerah. Salah seorang peserta sekaligus perajin pameran songket, Vivi Ilda Desmi menyebutkan keikutsertaan dirinya pada SISCa membuka pasar hingga keluar provinsi. “Saya ikut sejak SISCa digelar pertama pada 2015,” ujarnya.

Dia menambahkan peserta pameran pada SISCa tahun ini lebih banyak dibanding awal digelar. “Pada tahun awal memang sedikit, tapi kini makin banyak,” kata dia. Dia berharap songket asal Sawahlunto menjadi pakaian nasional seperti batik.

Source https://ayokesumbar.com https://ayokesumbar.com/sisca-perlebar-pasar-perajin-songket-sawahlunto/
Comments
Loading...