Pemuda Jombang Sulap Barang Bekas Menjadi Kerajinan

0 183

Pemuda Jombang Sulap Barang Bekas Menjadi Kerajinan

Bagi Aji Wahyu Santoso, menjadi lulusan sekolah menengah kejuruan tak membuatnya bingung mencari pekerjaan. Sebaliknya, pemuda berusia 17 tahun ini mampu menciptakan ‘duit’ sendiri. Ia¬†memilih mengolah barang bekas menjadi miniatur berbagai jenis sepeda motor.

Berbekal modal alakadarnya, Aji membuka ‘workshop’ sederhana di rumahnya, di Desa Sudimoro, Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang. Di tempat itulah, sejak sekitar 8 bulan yang lalu memulai menuangkan ide-ide kreatif.

Berawal dari kecintaannya dalam dunia otomotif, Aji memeras otak untuk membuat miniatur sepeda motor. Dia memilih memanfaatkan sejumlah barang bekas, seperti tutup pulpen dan korek, kabel, tikar, serta sedotan bekas. Selain murah, sampah non organik itu lebih baik didaur ulang daripada mencemari tanah.”Kondisi ekonomi keluarga tak mendukung untuk saya kuliah, maka setelah lulus SMK saya mencari nafkah sendiri,” kata Aji.

Dengan penuh ketelatenan, Aji merangkai barang-barang bekas pakai itu menjadi miniatur sepeda motor dan sepeda onthel. Hanya menggunakan peralatan sederhana, seperti alat potong, lem, dan penggaris, di tangan Aji, benda-benda tak bernilai itu menjadi aneka miniatur motor.

Mulai dari bentuk yang sederhana berupa motor model motor bebek, skuter, hingga bentuk motor gede (moge) yang lebih rumit seperti Harley Davidson. Dalam sehari, Aji mampu merakit 5 miniatur motor jenis bebek dan skuter.

“Sedangkan model rumit bisa memakan waktu hingga empat hari,” ujarnya. Berkat kreativitas dan ketekunannya itu, kini rupiah terus mengalir ke kantong Aji.

Sarana pemasaran di media sosial hingga buka lapak di car free day (CFD) dimanfaatkan untuk menjual karyanya. Puluhan miniatur motor karyanya terus diburu penghobi otomotif di Kota Santri.

“Harga per miniatur antara Rp 25.000 hingga Rp 100.000 untuk yang bentuknya rumit,” jelasnya.Kendati begitu, pencapaian saat ini tak lantas membuat Aji berpuas diri.

Dia mengaku terdapat banyak hal yang perlu dibenahi untuk meningkatkan kualitas miniatur karyanya itu. Khususnya dalam hal finishing cat yang dinilainya masih kurang halus.

“Dulu pernah mendapat masukan dari pelanggan untuk menggunakan cat semprot. Namun karena masih memikirkan sisi ekonomi, hingga sekarang masih memakai kuas,” pungkasnya.

Source Pemuda Jombang Sulap Barang Bekas Menjadi Kerajinan detik.com
Comments
Loading...