Pengrajin Tenong Anyaman Bambu Di Banjarnegara

0 577

Samudi,  perajin anyaman bambu di Dukuh Petenongan, Dusun Rawawaungu, Desa Merden, Kecamatan Purwonegoro, Banjarnegara. Meski hasil kerajinannya kian terdesak oleh produk pabrikan, ia bersama sekitar 10 kepela keluarga (KK) di dukuh tersebut tetap optimis.

Tenong merupakan salah satu kerajinan anyaman bambu berbentuk bulat yang biasa digunakan untuk membawa makanan selamatan/hajatan hingga penjualan makanan keliling. Namun seiring perubahan jaman yang menuntut kepraktisan, tenong tergantikan dengan barang yang terbuat dari plastik.
”Meski yang butuh tenong kami tetap akan mempertahan pekerjaan ini.Setidaknya, kami bisa menjual sekitar 50 buah dalam sebulan. Tiap unit dijual Rp 20 hingga Rp 25 ribu,” ungkap Samudi.
Para perajin anyaman bambu tenong di dukuh Petenongan hanya mengandalkan modal sendiri yang tidak begitu besar. Selain dari modal sendiri, mereka sering diberi uang muka (DP) oleh pembeli untuk membeli bahan baku bambu. Tidak berkembang, karena para perajin membutuhkan bantuan suntikan modal dan pemasaran. Untuk menghasilkan karya-karya yang sebenarnya memiliki keunikan dan daya tarik tersebut, ungkap dia, butuh ketekunan dan ketelitian. Bahan-bahannya pun harus dipilih yang terbaik.
Kepala Dusun (Kadus) Rawawungu, Desa Merden, Purwonegoro Sajangah, Dukuh Petenongan sendiri selama ini dikenal sebagai sentra home industry usaha kerajinan anyaman bambu berupa tenong. Hingga kini mereka tetap bertahan membuat tenong meski warga yang lain membuat keranjang pindang. Untuk bisa bertahan, mereka sebenarnya butuh inovasi produk untuk memperluas bangsa pasar, terutama pasar kalangan menangah keatas. Hanya saja karena terkendala pengetahuan hal itu belum bisa dilakukan
Source Pengrajin Tenong Anyaman Bambu Di Banjarnegara Pengrajin Tenong Anyaman Bambu Di Banjarnegara
Comments
Loading...