Roemah Tafira Handycraft, Kerajinan Aksesoris Di Bandung

0 156

Roemah Tafira Handycraft, Kerajinan Aksesoris Di Bandung

Seiring perkembangan tren fesyen di Kota Bandung yang semakin dinamis, kebutuhan masyarakat terutama kaum hawa terhadap aksesori sebagai pelengkap bergaya tidak bisa dianggap sepele. Seiring perkembangan tren fesyen di Kota Bandung yang semakin dinamis, kebutuhan masyarakat terutama kaum hawa terhadap aksesori sebagai pelengkap bergaya tidak bisa dianggap sepele.

Kini mulai marak pengusaha yang mulai mengambil jalur usaha dalam pemenuhan kebutuhan aksesori tersebut. Sebut saja Roemah Tafira HandycraftAdhwa Handmade Accesories, galeri kerajinan tangan dan aksesori busana di Kota Bandung.

Berlokasi di Jalan Pak Gatot IV Nomor 46G Kompleks KPAD Gegerkalong Bandung ini sudah eksis dari 1997. Sang pemilik, Tuti Nofidi mengungkapkan pada awal merintis, usahanya fokus memproduksi handycraft yang mengusung konsep pemberdayaan kerajinan tangan dari barang-barang bekas.

Namun, seiring tren dan animo masyarakat terutama kaum perempuan terhadap fesyen, ladang ini menjad sangat menguntungkan.

Meskipun mengikuti tren fesyen kaum muda Bandung yang dinamis, Tuti mengaku ingin membuka usaha yang bukan hanya mencari profit atau keuntungan bisnis semata. Jauh di balik itu, dirinya ingin memberikan kontribusi dari sisi edukasi sosial di masyarakat.

“Kebetulan Roemah Tafira Handycraft itu dibuat seperti galeri. Jadi banyak orang yang  berkunjung ke sini bisa untuk melihat, membeli, atau belajar pembuatan handycraft dan aksesorinya secara langsung,” ujarnya.

Konsep galeri yang menyajikan ruang edukasi ini merupakan salah satu kontribusi dalam meningkatkan pemberdayaan masyarakat.

Tuti mengungkapkan konsep usahanya telah mendapat sambutan positif dari masyarakat. Di antaranya para mahasiswi perguruan tinggi yang praktik kerja setiap tahun atau masyarakat yang belajar membuat kerajinan tangan. “Dari kaum difabel juga ada.”

Menurutnya, konsep pengangkatan edukasi sosial bagi masyarakat oleh pelaku usaha diperlukan untuk memberi bekal keterampilan di lingkungan sosial sekitar.

“Edukasi pemberdayaan dari sisi sosial dalam sebuah produksi usaha juga diperlukan terutama dalam pemberdayaan masyarakat sekitar,” katanya.

Di sisi lain, Tuti mengatakan galerinya tidak terbatas sebagai ruang edukasi dan pemberdayaan. Tapi, hiburan dibuat untuk menambah daya tarik kunjungan.

“Selain berbelanja dan belajar mereka berwisata. Saya sengaja buat tata ruang galeri nggak monoton yang mengangkat berbagai tema agar tidak membosankan,” paparnya. Ditanya harga handycraft dan aksesori, ujar dia, mulai dari Rp125.000-Rp175.000.

Source http://ayobandung.com http://ayobandung.com/read/2017/03/30/18196/roemah-tafira-handycraft-bukan-sekadar-galeri-aksesori-biasa
Comments
Loading...