Sentra Kerajian Keris Di Desa Aeng Tongtong

0 213

Kerajinan Keris

Pusat pembuatan keris berada di ujung timur Pulau Jawa, tepatnya di Sumenep, MaduraDesa Aeng Tongtong adalah namanya. Dalam Bahasa Madura, Aeng adalah air sementara Tongtong adalah bejana yang dibawa dengan cara dijinjing. Desa tersebut diberi nama seperti itu karena letaknya yang berada di lereng bukit berbatu sehingga warga harus menggunakan gentong/bejana untuk mengambil air di sumber yang terletak di bagian barat desa.

Menurut sejarah adat setempat, Raja-Raja Keraton Sumenep memercayakan pembuatan keris kepada warga desa Aeng Tongtong. Sehingga, secara tidak langsung para pembuat keris mendapat gelar Mpu. Mpu merupakan sebutan khusus untuk para pembuat keris. Keahlian tersebutlah yang akhirnya dipelihara secara turun menurun sampai saat ini. Sejak masa penjajahan Belanda, banyak keris yang dibawa dari desa Aeng Tongtong sebagai oleh-oleh kepada para panglima perang. Dan juga sebagai tanda keberanian oleh orang-orang Belanda.

Mpu yang masih bertahan sampai sekarang yakni Murkak, Mukaddam, dan Sammat dari dari Desa Aeng Tongtong. Mpu itu pula yang bisa membuat keris pusaka istimewa mirip pusaka milik raja zaman Kerajaan Mataram hingga zaman Mpu Sendok. Keris buatan empat mpu asal Desa Aeng Tong-Tong yang diberi nama Nomnoman itu dibuat dari besi tua dengan semua pamornya terbuat dari emas murni. Karya besar empat mpu Sumenep itu laku dijual Rp 45 juta per kerisnya.

Dengan jumlah pengrajin keris lebih dari 540 orang, menjadikan Desa Aeng Tongtong bukan hanya sebagai sentra keris terbesar di Indonesia, tetapi juga merupakan yang terbesar di Asia Tenggara. UNESCO telah mengakui bahwa Keris dari Indonesia merupakan warisan budaya asli Indonesia yang masih tetap dipertahankan dan dilestarikan keberadaannya oleh para pengrajin di desa Aeng Tongtong.

Source Sentra Kerajian Keris Di Desa Aeng Tongtong Sentra Kerajian Keris Di Desa Aeng Tongtong
Comments
Loading...