Sentra Kerajinan Anglo Di Sukoharjo

0 242

Kerajinan Anglo

Kerajinan ekonomi kreatif¬† “Anglo” yakni tungku gerabah salah satu alat masak untuk menghasilkan panas api produksi asal Desa Windan Kartasura Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, masih banyak diminati konsumen.

Supinah, seorang pengrajin warga Desa Windan RT 01 RW VI Kartasura, Sukoharjo, mengatakan, pengrajin anglo tetap memproduk alat untuk memasak tradisional tersebut karena masyarakat masih banyak yang membutuhkan terutama di daerah pedesaan dan sebagian kota.

“Anglo di pedesaan masih banyak yang menggunakan, meski menurun dratis sejak ada program elpiji tiga kilogram. Masyarakat kota yang masih menggunakan anglo, biasanya para pedagang makanan, restoran yang menunya bakar,” katanya.

Menurut dia, kerajinan anglo di desa tersebut semakin jarang dan hampir punah, tetapi masih banyak masyarakat yang menggunakan alat masak anglo dengan bahan bakar arang ini. Dirinya kemudian bertekat tetap melanjutkan produksi dan sambil melestarikan alat masak tradisional ini.

Supinah menjelaskan, dirinya mampu memproduksi anglo dalam bentuk masih mentah sekitar 12 hingga 14 biji per hari. Pada proses pembakaran hingga menjadi anglo siap pakai arata-rata produksi sekitar 80 hingga 100 biji per bulan.

Menurut dia, anglo produksinya biasa dijual dengan harga Rp4.000 per biji untuk ukuran kecil dan Rp7.500 per biji ukuran besar. Barang produksinya banyak dijual di wilayah Sukoharjo, Solo, Klaten, Karanganyar, Sragen, Wonogiri, dan Boyolali.

Menyinggung soal bahan baku tanah liat, Supinah menjelaskan, dahulu pengrajin untuk mendapatkan bahan baku tanah liat hanya mengambil dari halaman rumah sendiri. Namun, pengrajin sekarang untuk mendapatkan bahan baku tanah liat harus membeli dengan harga Rp300 ribu per kendaraan pikap, dan harus mendatangkan dari daerah Bekonang Sukoharjo.

Source Sentra Kerajinan Anglo Di Sukoharjo Sentra Kerajinan Anglo Di Sukoharjo
Comments
Loading...