Sentra Kerajinan Anyaman Bambu Di Bandung

0 1.507

Kampung Ciburial di Desa Jatimekar, Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Bandung Barat identik dengan bambu. Di kampung yang terletak sekitar 1 km di selatan Pasar Cipeundeuy ini, sebagian besar rumah menggunakan bambu.

Mayoritas warga di sana bekerja sebagai perajin bambu. Tak heran, orang sekitar menyebut daerah ini sebagai Kampung Anyaman. “Sejak masih anak-anak, saya sudah menganyam bambu. Anak-anak saya juga sekarang bisa menganyam,” kata Ilah, perajin bambu di Kampung Ciburial.

Dari bambu gelondongan, Ilah memotong, meraut, menghaluskan, lalu menganyamnya hingga membentuk berbagai kerajinan bambu seperti boboko, aseupan, hihid, dan nyiru. Warga di kampung ini tetap bertahan untuk membuat kerajinan bambu tersebut. Ketua RT 1, Oseng mengatakan, para perajin tidak pernah sepi pembeli karena ada bandar yang sudah menjadi pelanggan. “Banyak bandar yang rebutan memesan kerajinan bambu ke kampung ini. Jadi, perajin tidak perlu susah-susah menjual kerajinan mereka ke luar,” ucapnya.

Di kampung itu, kata Oseng, ada ratusan perajin bambu. Dalam sehari, tak kurang dari lima kerajinan bambu dibuat seorang perajin dengan bantuan keluarganya. Harga kerajinan bervariasi, yakni dari Rp 5.000-Rp 12.000, bergantung pada jenis dan ukurannya.

Sayang sekali, kreativitas warga Kampung Anyaman itu kerap luput dari perhatian pemerintah. Hingga kini, belum ada bantuan apa pun dari pemerintah untuk mendukung perkembangan salah satu kegiatan ekonomi skala kecil dan menengah di kampung itu. “Akibatnya, banyak LSM ataupun ormas yang memanfaatkan keadaan. Mereka mendata nama-nama perajin lalu mengajukan proposal atas nama mereka. Namun, kami belum pernah menerima bantuan apa pun,” kata Oseng.

Source Sentra Kerajinan Anyaman Bambu Di Bandung Sentra Kerajinan Anyaman Bambu Di Bandung
Comments
Loading...