Sentra Kerajinan Bambu Di Bangli

CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v62), quality = 100
0 283

Sentra Kerajinan Bambu Di Bangli

Pemandangan batang bambu yang dipanggul di pundak atau diangkut menggunakan mobil, sudah tidak asing bagi warga Bangli, Bali. Bambu sudah lama menjadi denyut penggerak perekonomian warga, untuk dijadikan bahan baku kerajinan atau sarana upacara keagamaan.

Berlimpahnya bahan baku bambu di Bangli, membuat I Wayan Karmen terinspirasi membuat usaha berbasis bambu sejak tahun 1998. Berbagai macam kerajinan seperti keben, bokor atau lainnya, telah di produksi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat lokal dari Desa Jehem Kaja, Tembuku, Bangli.

Menurut Karmen, potensi berlimpahnya pohon bambu di Bangli sudah selayaknya diolah menjadi produk yang bernilai, dan dapat memberdayakan masyarakat. Tak heran dirinya memilih usaha berbahan baku bambu, sekaligus demi mengangkat citra tanaman ini.

Apalagi, lanjut dia, kebutuhan masyarakat terhadap produk keben, bokor, sokasi dan lainnya, tergolong tinggi sebagai sarana upacara. Kebutuhan terhadap produk ini, dilihat Karmen sebagai prospek bisnis yang menjanjikan peluang, sehingga dirinya terpikir untuk mencoba menerjuninya dengan mengusung merek usaha “Sekar Madu”.

Saat ini, produk keben Sekar Madu terbagi atas tiga ukuran, yakni S (diameter 15 cm), M (20 cm) dan L (28 cm). Harga yang ditawarkan mulai dari Rp5 ribu sampai Rp250 ribu.

Mengenai motif produk, selalu berubah-ubah mengikuti tren zaman. Dahulu motif yang digemari adalah jenis keben berlukis, setelah itu berganti model berlapis tisu decoupage, hingga akhirnya baru-baru ini Karmen berinovasi menciptakan produk dengan motif pegerinsingan.

Source Sentra Kerajinan Bambu Di Bangli antaranews.com
Comments
Loading...