Sentra Kerajinan Bambu Di Bekasi

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
0 538

Kerajinan Bambu

Bambu menjadi berkah alam bagi seorang Tono. Bemodal kerja keras, keuletan dan konsistensi, ia bisa menganyam nasibnya menjadi lebih baik. Bambu telah menghidupi keluarga, karyawan nya.

Tempat usaha milik Tono bukanlah sebuah pabrik besar. Mungkin lebih tepatnya disebut bengkel kerajinan, berada di daerah Rawa Kalong Tambun Utara. Hanya berupa saung berdinding bambu, beralas tanah. Setiap mata memandang hanya batang-batang bambu yang memenuhi pelataran. Ada yang masih berbentuk utuh, terpotong-potong, banyak juga yang sudah disulap menjadi mebel.

Tono menuturkan, bahwa ia sudah merintis usahanya sejak tiga tahun silam. Keahliannya menganyam bambu merupakan warisan dari keluarganya. Bukan perkara mudah memang, tapi perlu keahlian dan kecermatan agar menghasilkan kualitas yang bagus dan tahan lama.

Tadinya hanya iseng belaka. Ia membuat kursi untuk santai di depan kontrakannya dari bambu-bambu bekas yang tidak terpakai. Beberapa tetangga dan kenalan yang melihat kemudian minta dibuatkan. Ternyata, meja dan kursi rakitannya laris manis. Tono kebanjiran order. Pelan tapi pasti, usahanya berkembang pesat, sampai ia memiliki bengkel dan memperkerjakan tiga orang karyawan.

Dalam satu minggu, setidaknya ia dan tiga orang karyawannya bisa memproduksi satu set kursi tamu yang terdiri dari dua buah kursi kecil, kursi panjang dan mejanya. Membutuhkan waktu yang lebih lama jika menggunakan aksesoris. Satu set kursi tamunya, seharga Rp. 600.000, jika memakai hiasan harganya mencapai Rp. 800.000. Harga tersebut jika beli di bengkel dan tokonya, akan menjadi mahal jika beli di penjual keliling.

Source Sentra Kerajinan Bambu Di Bekasi Sentra Kerajinan Bambu Di Bekasi
Comments
Loading...