Sentra Kerajinan Bambu Di Temanggung

0 413

Produksi kerajinan bambu kelompok tani (Klomtan) Gemah Ripah di Desa Wates Kecamatan Wonoboyon, Temanggung memiliki kualitas yang cukup bagus. Namun, seperti kerajinan lain yang dibuat oleh warga di pedesaan, hasil karya mereka ini terkendala pemasaran, hal itu pun dialami Klomtan itu yang kesulitan memasarkan hasiI produksinya.

Joko mengatakan, bambu jenis ‘gendani’ yang digunakan itu dibuat berukuran hanya sebesar ibu jari dan memanjang dengan ruas-ruas yang halus. Setelah halus kemudian dipotong sesuai dengan sketsa kerajinan yang dikehendaki. Banyak kerajinan yang diproduksi  oleh Joko, seperti Gedeg, alat masak rumah tangga, gantungan kunci.

Tidak hanya dipotong, sebagian diantaranya dibengkok-bengkok untuk mendapatkan lengkungan dan lekukan menurut pola. “Untuk membengkokkan bambu, cukup dipanaskan, dengan api yang tidak terlalu panas, sambil ditekuk pelan. Harus pelan jangan sampai patah,” terang Joko seraya menambahkan, agar tidak patah bambu terlebih dulu dijemur hingga kering.

Untuk memproduksi aneka kerajinan bambu tersebut, Joko dibantu 13 orang dari kelompok tani lainnya. Mereka terbagi dalam berbagai tugas, mulai dari menebang bambu sampai mengolahnya menjadi siap edar di pasaran. “Kami berkelompok dan memiliki tugas yang berbeda-beda. Pembagian tugasnya sudah kami lakukan,” terangnya.

“Saat memulai usaha dananya ditopang swadaya dari kelompok dengan cara iuran dan dibantu oleh kas desa juga,” imbuh Setyoko, Ketua poktan Gemah Ripah.

Hanya saja diakui, produksi kerajinan bambu itu diuntungkan oleh kemudahan mendapatkan bahan baku, sebab tanaman bambu berjejer memagari tepi jalan dan selama ini tidak banyak digunakan selain untuk mainan anak-anak. “Bahan bakunya tersedia cukup, tinggal butuh peralatan dan tenaga saja,” tambahnya.

Kepala Desa Wates, Kecamatan Wonoboyo, Sri Catur, menambahkan, produksi warganya yang sudah terbilang bagus. Buktinya, setiap mengikuti pameran, produk hasil karya kelompok tersebut habis. Sayangnya, pemasaran rutin dari produk tersebut sangat terbatas hanya pada pameran. “Sebenarnya kalau ada akses ke pasar, kami dapat memproduksi lebih banyak lagi. Bahan kami tersedia cukup. Alat kami sudah mempunyai dan tenaga kerja terlatih kami juga sudah ada,” tandasnya.

Source Sentra Kerajinan Bambu Di Temanggung Sentra Kerajinan Bambu Di Temanggung
Comments
Loading...