Sentra Kerajinan Barongsai Di Semarang

Traditional dancers perform the lion dance during the opening ceremony of a temple fair in Ditan Park at the beginning of Chinese Lunar New Year in Beijing, China, February 8, 2016. REUTERS/Stringer ATTENTION EDITORS - THIS PICTURE WAS PROVIDED BY A THIRD PARTY. THIS PICTURE IS DISTRIBUTED EXACTLY AS RECEIVED BY REUTERS, AS A SERVICE TO CLIENTS. CHINA OUT. NO COMMERCIAL OR EDITORIAL SALES IN CHINA.
0 172

Kerajinan Barongsai

Pengrajin kesenian khas Cina Barongsai di Kota Semarang Jawa Tengah. Di ruangan berukuran sekitar 15 meter persegi, tampak kepala-kepala barongsai ditempel di tembok. Ada yang sudah ditutup kain hiasan ataupun juga masih berupa kerangka yang terbuat dari kayu.

Sutikno, pemilik bengkel ini, mengaku telah menggeluti kesenian barongsai sejak 30 tahun lalu secara turun temurun sejak tiga generasi.

“Saya diajarin oleh orangtua saya, dan dulu awalnya hanya menerima pesanan dari Semarang saja, tetapi beberapa tahun kemudian banyak pesanan datang dari Salatiga, Magelang dan sekarang malah sampai Kalimantan dan Sulawesi,” jelas dia.

Di Semarang, selain pembuat barongsai untuk kesenian, ada juga pengrajin barongsai mini yaitu untuk mainan anak-anak. Permintaan barongsai mini pun juga meningkat menjelang imlek, permintaan bisa meningkat sampai 50%.

Meski permintaan terus meningkat, Sutikno mengatakan barongsai di Indonesia termasuk ketinggalan jika dibandingkan dengan Malaysia, terutama dari sisi kualitas, karena Indonesia sempat melarang kesenian ini berkembang pada masa Orde Baru. Menurut Sutikno, para pengrajin di Indonesia belum bisa mengejar ketertinggalan itu, karena teknik pembuatan barongsai dengan bahan bulu domba yang berkualitas berbeda dengan sintetis.

Source Sentra Kerajinan Barongsai Di Semarang Sentra Kerajinan Barongsai Di Semarang
Comments
Loading...